Tunggu bentaar aja...
   

Bagaimana Cara Mengatasi Gigi Berlubang?

28 September 2011 | 08.43.00 WIB


Lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati, begitulah unkapan penyanyi dangdut Meggy Z. Tapi Anda yang pernah merasakan sakit gigi pasti kapok kalau penyakit Anda ini kembali kambuh.

Sakit gigi identik dengan nyeri tak berkesudahan, disertai rasa pening dan sakit di sekujur tubuh. Bila gigi sudah terasa nyeri, jangankan bekerja, mengunyah makanan saja susah. Oleh karena itu, sakit gigi tidak bisa dipandang sebelah mata.

Sakit gigi lazimnya dipicu gigi berlubang atau karies gigi. Jika lubang gigi telah sampai lapisan terdalam sehingga mencapai saraf gigi, siap-siap saja merasakan serangan ngilu dan nyeri di sekitar gigi.

Cara mengatasinya bisa dengan mencabut gigi yang berlubang. Begitu dicabut, dijamin nyeri gigi akan menghilang. Tapi, Anda bakal ompong karena terpaksa kehilangan gigi. Hal ini tentu akan mengurangi keindahan mulut.

Supaya tidak kehilangan gigi, Anda bisa memilih cara lain, yakni dengan menambal gigi yang berlubang tersebut. Gigi itu aset berharga di mulut. Maka sebesar apa pun lubangnya, dokter gigi pasti memilih menambal ketimbang mencabut.

Serang jantung dan otak
Namun, penambalan gigi tidak boleh terlambat. Sebab, proses kerusakan pada gigi yang sudah berlubang tidak bisa berhenti hingga ke lapisan dalam. Kerusakan gigi juga bakal menembus jaringan pulpa. Ini adalah jaringan di bawah gigi yang berisikan saraf dan pembuluh darah, dan jika sampai tahap ini bakal terjadi radang.

sumber: kontan.co.id
Efeknya bukan sekadar rasa nyeri. Bakteri dan kuman di mulut bisa masuk ke pembuluh darah dan menyebar ke seluruh jaringan tubuh. Termasuk, bisa singgah di jantung yang merupakan pusat sirkulasi darah. Ini berpotensi menimbulkan kelainan jantung.

Kuman dan bakteri juga bisa menyerang otak. Selaput otak akan rusak sehingga timbullah meningitis. Penyebab ini paling sering terjadi, makanya gigi harus segera ditambal.

Meski penambalan gigi harus cepat, tapi tidak boleh dilakukan tergesa-gesa. Dokter harus memastikan, masih ada atau tidak kuman di dalam lubang gigi. Jika lubang tidak bersih, penambalan tidak akan maksimal. Kotoran tetap merusak gigi.

Begitu juga ketika lubang gigi sudah menembus jaringan pulpa. Dokter akan terlebih dulu mengambil jaringan yang rusak dan membersihkan seluruh lubang dari bakteri dan kuman. Selain itu, harus dipastikan gigi yang ditambal dalam keadaan kokoh. Kalau gigi sudah goyang, tidak bisa dilakukan penambalan. Sebab, gigi sudah mati dan harus dicabut. 
08.43.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Kebiasaan Buruk Penyebab Gigi Berlubang

27 September 2011 | 14.20.00 WIB


Menurut Annalisa Somers, dokter gigi yang berpraktik di Austin, Texas, kebanyakan orang bahkan tidak sadar bahwa kebiasaan yang mereka lakukan itu bisa menciderai gigi. Berikut lima kebiasaan yang dapat menyebabkan gigi berlubang:

Makan terlalu lambat, atau terlalu sering
Anda memang harus mengunyah makanan dengan seksama, agar makanan lebih mudah dicerna dan Anda cenderung tidak makan terlalu banyak. Tetapi, sebaiknya perhatikan juga frekuensi Anda makan, karena hal ini bisa memengaruhi kesehatan gigi Anda. Setelah makan, plak pada gigi akan melepaskan asam yang menyerang gigi, sehingga bila Anda terus saja ngemil sepanjang hari, serangan asam itu akan terjadi lagi. Akibatnya, gigi Anda bisa berlubang.

"Misalnya Anda punya sekantong permen atau cokelat. Anda memakan satu sekarang, satu dalam 30 menit berikutnya, satu dalam satu jam. Ini akan lebih memperburuk gigi Anda daripada jika Anda duduk dan makan sekantong penuh dalam sekali makan," kata Somers.

Hal yang sama terjadi jika Anda makan terlalu lama. Gigi Anda akan dibombardir dengan partikel makanan, sedangkan mulut Anda tidak punya kesempatan untuk melawan bakteri. 

Menggeretakkan gigi
"Banyak perempuan yang menggeretakkan gigi, dan mereka tidak sadar telah melakukannya, karena itu terjadi saat mereka tidur," papar Somers.

Mengetuk-ngetukkan gigi Anda ketika sedang stres juga bisa menyebabkan kerusakan. Menurut Somers, menggeretakkan dan mengetukkan gigi bisa membuat gigi aus secara prematur, atau kemungkinan lain gigi bakal cuil. Kalau Anda sering merasa pusing, atau rahang terasa sakit, itulah tanda-tanda bahwa gigi Anda bermasalah. 

Tidak memeriksakan gigi ke dokter, terutama ketika ingin hamil
American Dental Association menyarankan agar kita rutin memeriksakan gigi kita dua kali setahun. Bila Anda tidak mengontrol gigi ke dokter, gigi akan tumbuh plak, sementara masalah kecil bisa berubah jadi besar. Salah satu waktu terpenting untuk mengunjungi dokter gigi adalah ketika Anda sedang membuat program hamil. Waspada dengan kondisi seperti gingivitis (radang gusi) yang akan menyerang ketika Anda hamil.

Membiarkan mulut jadi kering
Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti diuretik, antihistamin, decongestant, dan pereda nyeri, bisa menyebabkan mulut kering. Semakin banyak Anda mengonsumsi obat-obatan ini, semakin kering mulut Anda. Padahal, jika tidak ada cukup air liur untuk membasahi mulut dan menetralisasi asam, gigi Anda akan cenderung berlubang.

Hal lain yang bikin mulut kering adalah Sindrom Sjogren, penyakit autoimun yang memengaruhi 4 juta orang di dunia (90 persen di antaranya perempuan, dan pasien asma yang menggunakan inhaler). Jika Anda mengonsumsi obat-obatan yang menyebabkan mulut kering atau mengidap Sindrom Sjogren, risiko gigi rusak akan meningkat. Gosoklah gigi lebih sering, hindari makanan manis, dan minum banyak air putih. 

Menyeruput minuman bersoda
Pada dasarnya, minuman bersoda adalah permen dalam bentuk cair. Kandungan gula dan asamnya bisa menyebabkan erosi dan gigi berlubang. Menurut Somers, boleh-boleh saja sih minum minuman bersoda sesekali. Namun perhatikan dulu cara minumnya.

Untuk mencegah kerusakan gigi akibat soda, jangan menyesapnya sepanjang hari. Minumlah dalam sekali minum sampai habis, atau bersamaan dengan waktu makan. "Menyeruput soda itu seperti memandikan gigi Anda dengan gula sepanjang hari," katanya. 

Cara lain untuk minum soda (atau minuman yang mengandung gula lainnya) adalah dengan sedotan, sehingga gigi Anda tidak terekspos soda.

sumber: wahw33d.blogspot.com dan tanyapepsodent.com
14.20.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Agar Gigi tetap Putih dan Sehat


Gigi Putih tentunya menjadi idaman setiap orang tak terkecuali Anda. Namun, apalah artinya jika Gigi Putih tapi tidak Sehat? Sebagaimana disadur dari tanyapepsodent.com, berikut beberapa tips agar Gigi tetap Putih sekaligus Sehat: 

  • Biasakan berkumur berkumur dengan air putih setelah mengonsumsi  minuman berwarna, kopi, teh, dan minuman bersoda.
  • Perbanyak mengonsumsi buah dan sayuran yang berperan sebagai pemutih gigi alami, seperti apel, wortel dan seledri. Cegah terbentuknya noda gigi atau plak dengan mengonsumsi brokoli, daun selada atau bayam .
  • Gunakan Ampas Strawberry sebagai pemutih gigi secara alami.
  • Gunakan sedotan saat minum kopi, teh, atau minuman bersoda. Dengan demikian, minuman tidak mengenai gigi secara langsung.
  • Menyikat gigi minimal dua kali sehari sehabis sarapan dan sebelum tidur. 
Selamat mencoba... :)

foto: detikhealth.com

09.45.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Gigiku Perlu Dicabut atau Cukup Ditambal?

26 September 2011 | 17.35.00 WIB


Banyak penderita sakit gigi yang harus memilih antara dua pilihan; apakah gigi saya perlu dicabut, ataukah dapat disembuhkan hanya dengan menambalnya?

Setiap keluhan pada kesehatan gigi dan mulut pastilah memiliki penanganan berbeda tergantung dari kasus yang dialami serta kondisi si pasien sendiri.

Berikut adalah definisi dari kedua tindakan:
1. Penambalan (konservasi gigi)
Gigi ditambal bila pada pemeriksaan fisik (dengan menggunakan alat sonde atau dengan x-ray) ditemukan adanya lubang pada gigi. Penambalan bisa dilakukan langsung dengan sekali kunjungan atau beberapa kali kunjungan (seperti pada kasus tertentu seperti perawatan salur akar). Bahan dasar tambalan pun bisa beragam seperti yang terbuat dari logam seperti amalgam (mercury dan alloy), semen, serta komposit yang beraneka warna.

2. Pencabutan (ekstraksi)
Perawatan ini dilakukan pada kasus tertentu di mana gigi sudah tidak dapat dipertahankan, menimbulkan gangguan ke organ lain, atau dapat mengganggu gigi lain di sekitarnya. Posisi gigi yang tumbuh tak pada jalurnya dan menimbulkan keluhan pada penderita, juga dianjurkan untuk diekstraksi. Selain itu, kasus pencabutan gigi sehat bisa dilakukan pada tindakan meratakan gigi dengan pencabutan.

Bagi pasien yang telah memilih tindakan ekstraksi, maka untuk memperbaiki keadaan gigi dan mulut salah satu alternative yang bisa dilakukan adalah Implant Gigi. Implant gigi adalah suatu perawatan dengan menanamkan pasak ke dalam tulang rahang gigi yang sudah dicabut. Penanaman dilakukan dengan menggunakan bahan khusus, dapat diterima oleh tubuh manusia, serta mempunyai kekuatan yang baik untuk menerima beban atau tekanan kunyah. Pada bagian atas dari implant biasanya diberi mahkota gigi sesuai dengan kebutuhan area gigi yang dicabut, bisa berbentuk seperti gigi incisive (seri), canine (taring), premolar (geraham kecil) atau molar (geraham).

sumber: tanyapepsodent.com
17.35.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

8 Masalah Utama Gigi dan Mulut Masyarakat Dunia


Sesuai dengan lembar pemeriksaan kesehatan gigi yang dipakai oleh Birmingham dental hospital, Inggris, seputar permasalahan gigi dan mulut, di temukan adanya 8 masalah utama gigi dan mulut yang dialami sebagian besar masyarakat di dunia. Apa saja sih? Yuk, kita kenali lebih dekat lagi!

1. Gigi berlubang
Gigi berlubang disebabkan karena adanya plak yang merupakan kumpulan sisa makanan & bakteri. Bakteri mengubah sisa makanan menjadi asam yang  merusak email gigi hingga menyebabkan gigi berlubang.

2. Noda pada gigi
Seringnya mengkonsumsi makanan dan minuman yang berwarna seperti teh, kopi, dan lain-lain dapat menyebabkan noda pada gigi.

3. Email gigi lemah
Kekurangan mineral seperti kalsium dan fluoride dapat menyebabkan email gigi lemah. Selain itu, banyak mengkonsumsi makanan dan minuman dengan kadar manis dan asam tinggi seperti soda, kunyit, asem jawa, cuka, dan lainnya dapat mengikis lapisan email gigi.

4. Napas tidak segar
Tak ada yang lebih buruk dibandingkan napas tak segar di pagi hari yang disebabkan oleh sisa makanan yang membusuk di sela-sela gigi dan jutaan bakteri yang tumbuh di dalam mulut. Namun, bau mulut atau halitosis dapat juga disebabkan oleh adanya penyakit di rongga mulut.

5. Pembengkakan gusi
Bakteri yang terkumpul di sela-sela gusi dan gigi dapat mengiritasi gusi sehingga gusi infeksi dan meradang. Apabila tidak segera diobati akan dapat mengakibatkan gigi tanggal dan juga dapat berujung ke penyakit jantung, paru-paru dan diabetes.

6. Plak
Plak adalah lapisan tipis pada permukaan gigi yang merupakan kumpulan bakteri dan sisa makanan. Bila dibiarkan, plak akan menyebabkan berbagai masalah gigi dan mulout seperti lubang pada gigi dan radang gusi

7. Tartar
Tartar adalah plak yang mengeras. Tartar  menjadi tempat berkembangnya bakteri. Sekali terbentuk, tartar tak bisa dihilangkan dengan sikat gigi

8. Permasalahan bakteri
Hal-hal yang memicu pertumbuhan bakteri secara pesat adalah karena kurangnya perawatan pada gigi dan mulut untuk menjaga kebersihan seperti menyikat gigi tidak dilakukan secara teratur dan dengan cara yang benar.

sumber: tanyapepsodent.com
17.01.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...