Tunggu bentaar aja...
   

Akibat Jika Perempuan Tidur Memakai Bra

13 Oktober 2011 | 16.45.00 WIB

Tidur adalah waktu yang tepat untuk mengistirahatkan payudara dengan tidak mengenakan bra. Lantas apa jadinya bila perempuan tidur dengan mengenakan bra?

Tak hanya mengistirahatkan otot, saat tidur tubuh mengalami perbaikan dan detoksifikasi (mengeluarkan racun). Tidur juga memberi kesempatan bagi sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi hormon-hormon imunitas (kekebalan tubuh).

Oleh karena itu, sebaiknya gunakan pakaian yang longgar atau lepaskan pakaian dalam saat tidur, sehingga dapat mempercepat dan memperlancar kinerja tubuh dalam proses perbaikan. Untuk perempuan sebaiknya lepaskan bra saat tidur.

Berikut beberapa hal yang terjadi jika perempuan tidur mengenakan bra, seperti dilansir Livestrong, Sabtu (28/5/2011):

1. Berkeringat
Ada beberapa bra khusus yang dirancang khusus untuk tidur, biasanya terbuat dari bahan nilon atau katun yang dapat membuat kulit Anda 'bernapas'. Namun jika Anda mengenakan bra biasa untuk tidur, maka keringat dan uap air akan tetap berada di dalam bra. Hal ini bisa menyebabkan gatal-gatal dan dalam kasus ekstrem bisa menyebabkan luka.

2. Gelisah saat tidur
Bra biasa (yang dikenakan siang hari) dirancang khusus untuk menopang payudara dan memberikan bentuk yang indah. Bra seperti ini biasanya ketat dan kencang sehingga tidak nyaman bila dikenakan saat berbaring atau tidur. Perempuan yang tetap mengenakan bra yang kencang saat tidur bisa mengalami kegelihan dan tidur tidak nyenyak.

3. Insomnia
Dalam kasus yang ekstrem, memakai bra saat tidur juga bisa menjadi salah satu faktor insomnia karena tubuh tidak bebas bernapas.

4. Berisiko kanker payudara
Ilmuwan Sydney Singer dan istrinya Soma Grismaijer pada tahun 1991 pernah menulis dalam bukunya 'Dressed To Kill: The Link Between Breast Cancer and Bras', yang berisi tentang perempuan yang ingin menghindari kanker payudara harus memakai bra dalam waktu sesingkat mungkin dan sebaiknya kurang dari 12 jam per hari.

"Waktu yang paling tepat untuk mengistirahatkan payudara dengan tanpa memakai bra adalah saat tidur. Jangan tidur dengan bra," kata Sydney Singer, seperti dilansir dari Chetday.

Menurut Sydney Singer, menggunakan bra terlalu lama dapat meningkatkan suhu jaringan payudara dan perempuan yang memakai bra memiliki kadar hormon prolaktin (hormon yang berfungsi merangsang kelenjar air susu) yang lebih tinggi. Kedua hal ini dapat mempengaruhi pembentukan kanker payudara.

Selain itu, terlalu sering menggunakan bra atau menggunakan bra terlalu ketat juga membahayakan kesehatan karena bisa membatasi aliran getah bening di payudara. Normalnya, cairan getah bening mencuci bahan limbah dan racun lain, serta menjauhkannya dari payudara.
sumber: detikhealth
16.45.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

6 Kebiasaan Pencegah Kanker Payudara

29 September 2011 | 17.57.00 WIB


KOMPAS.com - Kanker payudara  merupakan jenis kanker dengan jumlah kasus terbanyak di dunia, sekaligus penyebab kematian terbesar. Sebagian besar penderita baru terdeteksi di stadium lanjut karena kanker tidak bergejala. 

Semakin bertambahnya usia, makin besar pula risiko seorang perempuan terkena kanker. Hal ini tentu membuat kita khawatir. Meski begitu, kita bisa mengubah ketakutan menjadi sebuah tindakan nyata untuk mencegah penyakit yang jadi momok kaum wanita ini. 

1. Aktif bergerak
Tidak ada kata tua untuk mulai berolahraga. Penelitian menyebutkan, olahraga akan menurunkan kadar hormon estrogen, yang berkaitan dengan kanker. Lakukan olahraga minimal 30 menit sehari. 

2. Kurangi berat badan
Setelah menopause, perempuan yang obesitas punya risiko lebih besar terkena kanker payudara dibanding rekannya yang punya berat badan normal. Meski begitu, kenaikan bobot tubuh pada wanita yang tadinya beratnya ideal juga mendatangkan risiko yang sama.

3. Cukupi kebutuhan vitamin D
Studi yang menegaskan manfaat vitamin D sebagai anti-kanker terus bermunculan. Yang terakhir menyebutkan, 94 persen pasien kanker payudara yang kekurangan vitamin D, kankernya lebih cepat menyebar dibanding mereka yang cukup vitamin D.

4. Batasi alkohol
Data terbaru dari National Cancer Institute menunjukkan perempuan yang minum satu atau dua gelas alkohol setiap hari memiliki risiko terkena kanker payudara 32 persen lebih besar. Para ahli menyarankan untuk membatasi alkohol tidak lebih dari satu gelas per hari.

5. Perhatikan gejalanya
Gejala awal kanker payudara dapat berupa benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya, tidak menimbulkan nyeri, dan biasanya memiliki pinggiran tidak teratur. Tanda lain yang mungkin timbul adalah benjolandi ketiak, perubahan ukuran atau bentuk payudara, keluar cairan yang abnormal dari puting susu, dan perubahan warna atau tekstur kulit payudara.

6. Lakukan deteksi dini 
Skrining dan deteksi dini sebetulnya dapat secara signifikan menurunkan stadium pada temuan kasus kanker payudara. Selain mamografi, pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) yang dapat diajarkan, kemudian dipraktikkan sendiri oleh perempuan, jika dilakukan secara teratur bisa mendeteksi tumor 1,2 sentimeter.
17.57.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Periksa Payudara Sendiri - Cegah Kanker Payudara

28 September 2011 | 20.14.00 WIB


Berikut tips-tips dari kami sebagaimana ditulis oleh kankerpayudara.org. dibawah ini terdapat gambar yang disertai cara-cara bagaimana memeriksa payudara sendiri. Klik gambar untuk memperbesar:

Tambahan:
  • Biasakan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin tiap bulan. Tujuannya agar Anda menjadi "akrab" dengan payudara sendiri. Lakukan pemeriksaan beberapa hari setelah fase menstruasi selesai. Jika Anda sudah tidak mengalami siklus haid, pilih satu tanggal di setiap bulan dan selalu lakukan pemeriksaan di tanggal tersebut.
  • Jangan langsung panik jika Anda merasakan benjolan. Kebanyakan wanita memiliki beberapa area yang memang menonjol secara alami di payudara mereka.
  • Payudara memiliki sejumlah area dengan karakteristik berbeda. Misalnya bagian luar atas (dekat ketiak) kemungkinan besar memiliki gumpalan dan benjolan. Bagian bawah mungkin terasa seperti pantai berpasir/berbatu. Area di bawah puting dapat terasa seperti kumpulan biji-bijian. Bagian lain mungkin terasa berbeda. Yang penting Anda memahami karakteristik dari setiap area. Perhatikan apakah ada hal abnormal di area tertentu. Misalnya, di area yang biasanya terasa seperti pantai pasir, apakah terasa ada tonjolan seperti batu? Ini merupakan hal abnormal dan harus menjadi perhatian. Jika ada perubahan yang mencurigakan dan bertahan selama satu bulan penuh atau menjadi tambah parah seiring dengan waktu, segera konsultasi ke dokter!
  • Buat sebuah diary / jurnal untuk merekam hasil pemeriksaan Anda. Rekaman ini dapat berupa "peta payudara" Anda, lengkap dengan catatan kapan dan di mana Anda merasakan keanehan pada payudara. Terlebih pada masa-masa awal, jurnal ini dapat membantu Anda untuk mengingat hal apa yang dapat dianggap normal pada payudara Anda. Terkadang tiba-tiba muncul benjolan, tapi kemudian menghilang lagi. Hal ini normal karena tubuh Anda berubah seiring siklus menstruasi. Tapi jika ada perubahan yang tidak hilang setelah satu bulan penuh, atau justru bertambah parah, hal tersebut jelas abnormal dan harus segera ditangani oleh dokter.
20.14.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Penyebab dan Gejala Kanker Payudara

Bagi Anda khususnya para Remaja tentunya tidak ingin kan terkena Kanker Payudara? Jika kanker payudara diketahui sejak dini, jaringan yang terkena kanker dapat dibuang. Berikut beberapa Penyebab dan Gejala Kanker Payudara. Mudah-mudahan informasi berikut dapat membantu Anda. Salam sehat Indonesia!

Gejala
Kadang meskipun di tubuhnya telah tumbuh kanker dia tidak merasakan gejala apapun. atau bisa juga ditubuhnya menunjukkan gejala tersebut tetapi bukan karena kanker payudara, tapi akibat kondisi medis lain. Apabila Anda mempunyai gejala dibawah ini dan merasa sangat khawatir, sebaiknya segera ke dokter.
Adapun tanda-tanda atau gejalanya antara lain :
  • Bentuk puting berubah ( bisa masuk kedalam, atau terasa sakit terus-menerus), mengeluarkan cairan / darah
  • Ada perubahan pada kulit payudara diantaranya berkerut, iritasi, seperti kulit jeruk
  • Adanya benjolan-benjolan kecil
  • Ada luka dipayudara yang sulit sembuh
  • Payudara terasa panas, memerah dan bengkak
  • Terasa sakit / nyeri ( bisa juga ini bukan sakit karena kanker, tapi tetap harus diwaspadai )
  • Terasa sangat gatal didaerah sekitar puting
  • Payudara mengeluarkan darah atau cairan yang lain, padahal Anda tidak menyusui
  • Ada benjolan yang keras di payudara. Benjolan yang keras itu tidak bergerak ( terfiksasi ) dan biasanya pada awal-awalnya tidak terasa sakit
  • Apabila benjolan itu kanker, pada awal biasanya hanya pada 1 payudara
Tanda kanker payudara yang paling jelas adalah adanya borok (ulkus) pada payudara. Seiring dengan berjalannya waktu, borok ini akan menjadi semakin besar dan mendalam sehingga dapat menghancurkan seluruh payudara. Gejala lainnya adalah payudara sering berbau busuk dan mudah berdarah.

Sedangkan untuk gejala kanker payudara stadium lanjut, berikut adalah kutipan dari Wikipedia:
  • Terdapat edema luas pada kulit payudara (lebih 1/3 luas kulit payudara);
  • Adanya nodul satelit pada kulit payudara;
  • Kanker payudara jenis mastitis karsinimatosa;
  • Terdapat model parasternal;
  • Terdapat nodul supraklavikula;
  • Adanya edema lengan;
  • Adanya metastase jauh;
  • Terdapat dua dari tanda-tanda locally advanced, yaitu ulserasi kulit, edema kulit, kulit terfiksasi pada dinding toraks, kelenjar getah bening aksila berdiameter lebih 2,5 cm, dan kelenjar getah bening aksila melekat satu sama lain.
Penyebab
Secara pasti belum diketahui, Hanya bisa ditandai pada wanita yang mempunyai factor resiko dibawah ini :
  • Umur diatas 30 tahun ( sekarang, dibawah 20 tahun juga sudah ditemukan kanker payudara )
  • Riwayat dalam keluarga ada yang menderita kanker payudara ( sekarang ini juga tidak mutlak karena tanpa ada riwayat keluarga juga bisa terkena )
  • Punya riwayat tumor
  • Haid terlalu muda atau menopause diatas umur 50 tahun
  • Tidak menikah / tidak menyusui
  • Melahirkan anak pertama diatas usia 35 tahun
  • Radiasi ionisasi selama atau sesudah pubertas; tergantung dosis dan umur saat terkena paparan radiasi ( Bisa dari sering melakukan pemeriksaan kesehatan dengan menggunakan alat X-ray )
  • Pola makan dengan konsumsi lemak berlebihan
  • Kegemukan
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Penggunaan hormon estrogen (misalnya pada pengguna terapi estrogen replacement)
  • Payudara yang sering diremas / dipencet
  • Mendapatkan terapi hormonal dalam jangka panjang
  • Stress
  • Perubahan sifat pertumbuhan sel payudara menjadi ganas
  • Faktor genetic ( BRCA1/BRCA2 )
sumber: wikipedia, kankerpayudara.wordpress.com dan kankerpayudara.org
19.41.00 WIB | 1 Komentar | Selengkapnya...

Cegah Kanker dengan Kulit Kentang Kleci

25 September 2011 | 20.11.00 WIB

Kentang kleci atau Coleus tuberosus adalah kentang berkulit hitam sebesar ibu jari yang banyak ditemui di pasar-pasar tradisional. Jenis umbi ini biasanya hanya dikukus untuk dikonsumsi atau campuran dalam sayuran. Namun ternyata, umbi kecil ini mengandung senyawa antioksidan dan antiproliferasi (antiperbanyakan sel kanker) golongan Triterpenic acid.

Mahasiswi S3 UGM, Mutiara Nugraheni, berhasil menemukan khasiat kulit kentang kleci sebagai pencegah tumbuhnya sel kanker. Temuan baru ini membuktikkan bahwa secara ilmiah umbi khususnya kentang hitam memiliki komponen-komponen fungsional dalam penyembuhan penyakit. 

Mutiara menjelaskan, dari hasil penelitiannya berhasil ditemukan senyawa triterpenic acid yang berupa ursolic acid (UA) dan oleanolic acid (OA). Dari penelitiannya, Mutiara telah melakukan uji aktivitas antiproliferasi terhadap ekstrak umbi kentang hitam, khususnya bagian kulit dan daging dengan sel kanker payudara MCF-7 (Michigan Cancer Foundation-7). Dengan menggunakan metode MTT Assay, sel kanker tersebut ditempatkan dalam sumuran plat kemudian diberi ekstrak umbi kentang hitam berbagai konsentrasi. "Sel kanker tersebut diinkubasi selama 72 jam dengan diberi tambahan reagen MTT dengan pengukuran tingkat viabilitas sel dengan ELISA Reader," ungkap Umar Santoso yang menjadi promotor penelitian mahasiswi Prodi Studi Ilmu Pangan Fakultas Teknologi Pertanian UGM ini. 

Ternyata, dari hasil mikroskopik menunjukkan bahwa sel kanker mengalami kerusakan morfologi, fragmentasi DNA, dan kematian sel-sel kanker. Bahkan diketahui pula, bahwa kandungan ursolic acid dan oleanolic acid di kulit umbi ini lebih tinggi dibandingkan dengan dagingnya. Hasil temuan baru dari pengobatan kanker ini telah dipublikasikan di tiga jurnal internasional yaitu International Food Research Journal, African Journal of Food Science, serta Jornal of Medicine Plants Research.

20.11.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

11 Tips Mencegah Kanker


BANYAK cara untuk menghindarkan diri dari penyakit kanker. Selain pola makan sehat, aktivitas fisik dan kontrol rutin ke dokter juga menjadi kuncinya.

Berikut tipsnya :

  1. Makan sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian seperti tempe, tahu, dan makanan yang banyak mengandung serat. Paling tidak, satu atau dua kali sehari mengonsumsi sayuran hijau dan buah-buahan.
  2. Hindari berat badan berlebihan atau kegemukan. Timbanglah berat badan sekali seminggu. Penelitian menunjukkan, akibat kegemukan, risiko terjadinya kanker lebih besar, khususnya kanker payudara, rahim, usus besar, lambung, ginjal, serta kandung empedu.
  3. Kurangi terlalu banyak makan gorengan dan yang mengandung protein dan lemak tinggi serta jeroan.
  4. Batasi makanan yang diolah dengan suhu tinggi dan lama atau dengan pengolahan tertentu yang dapat menimbulkan prokarsinogen, seperti makanan yang diasinkan, diasap, dibakar, dan dipanggang sampai keluar arang. Yang terbaik adalah makanan yang direbus.
  5. Hati-hati dengan penggunaan pemanis buatan, pewarna makanan, serta zat pengawet yang berlebihan. Makanan terbaik adalah makanan segar.
  6. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan C. Makanan yang mengandung vitamin A dan C banyak terdapat dalam sayuran dan buah-buahan seperti jeruk, pisang, mangga, pepaya, tomat, dan brokoli yang dapat melindungi Anda dari kanker oesofagus, laring, lambung,dan paru.
  7. Perbanyak konsumsi sayuran kubis. Sayuran yang termasuk dalam kubis misalnya kol, brokoli, bunga kol, pok coy, dan kale ini dapat melindungi dari kanker lambung, kolesterol, dan kanker saluran napas. Jaga kebersihan makanan, beraneka ragam, dan bebas dari zat cemaran lingkungan.
  8. Berhenti merokok dan minum minuman beralkohol. Bagi Anda yang perokok, entah itu sigaret, keretek, atau cerutu, berhenti sekarang juga. Merokok merupakan sebab utama terjadinya kanker paru-paru. Jauhkan anak-anak Anda dan ibu-ibu hamil dari asap rokok karena sangat berbahaya bagi bayi yang dikandung. Sementara mengonsumsi minuman beralkohol meningkatkan risiko terserang kanker mulut, tenggorokan, dan laring.
  9. Kegiatan fisik dengan olahraga secara teratur disertai kesehatan mental dan rohani merupakan bagian terpadu dalam upaya pencegahan penyakit kanker.
  10. Hindari sinar matahari. Lindungilah kulit Anda dengan memakai krim tabir surya.Sinar matahari yang berlebihan akan menyebabkan kerusakan pada kulit dan kanker kulit.
  11. Periksakan diri secara teratur. Usahakan untuk selalu memeriksakan diri secara teratur sebagai langkah awal mendeteksi penyakit sedini mungkin.

19.49.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...