Tunggu bentaar aja...
   

Makan 3 Telur Sehari Picu Kanker Prostat

14 Oktober 2011 | 06.07.00 WIB


Dalam sebutir telur terdapat beragam nutrisi penting mulai dari protein, vitamin, mineral, antioksidan, dan lemak baik. Namun sebuah riset terbaru mengklaim, makan tiga telur dalam seminggu secara signifikan dapat meningkatkan risiko seorang pria meninggal akibat kanker prostat.

Para peneliti menemukan bahwa pria yang mengkonsumsi lebih dari 2,5 butir telur setiap minggunya berpeluang mengidap kanker prostat sebesar 81 persen.

Menurut mereka, kerusakan mungkin disebabkan oleh kandungan sejumlah besar kolesterol atau kolin (nutrisi yang membantu sel berfungsi dengan baik) yang ditemukan dalam telur. Temuan tersebut berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh tim peneliti asal Harvard School of Public Health, Boston, yang meneliti kebiasaan makan 27.000 orang selama periode 14 tahun.

Hasil penelitian tidak menemukan adanya hubungan yang signifikan antara jumlah daging yang dikonsumsi dengan risiko tumor. Tetapi jumlah kematian yang tinggi akibat kanker justru ditemukan pada mereka yang mengaku banyak mengonsumsi telur.
06.07.00 WIB | 1 Komentar | Selengkapnya...

Apa itu Pap Smear?

25 September 2011 | 16.38.00 WIB


Pap Smear adalah screening untuk mendeteksi perubahan sel sel yang terjadi di dalam serviks uterus. Jika melirik Wikipedia "Pap Smear atau Papanikolaou test adalah metode screening ginekologi, dicetuskan oleh Georgios Papanikolaou, untuk menemukan proses-proses premalignant dan malignant di ectocervix, dan infeksi dalam endocervix dan endometrium. Pap Smear digunakan untuk mendeteksi kanker rahim yang disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. Menurut perkiraan, di Inggris Pap Smear mencegah sekitar 700 kematian per tahun. Wanita yang aktif secara seksual disarankan menjalani Pap Smear sekali setahun".

Perubahan sel rahim yang terdeteksi secara dini akan memungkinkan beberapa tindakan pengobatan diambil sebelum sel-sel tersebut berkembang menjadi sel kanker. Artinya, semakin dini penyakit kanker diketahui maka semakin mudah menanganinya. Dari keadaan normal ke prakanker memerlukan waktu 5 tahun, sedangkan dari prakanker ke kanker ringan memakan waktu 5 tahun dan dari ringan ke sedang memakan waktu 3 tahun.

Cara melakukan tes papsmear secara teknis yaitu pengambilan sapuan lender dengan menggunakan spatula atau sejenis sikat halus. Lendir leher rahim diambil oleh dokter atau bidan untuk dioleskan dan difiksasi (dilekatkan) pada kaca benda. Kemudian dengan menggunakan mikroskop seorang ahli sitologi (sel) akan menguji sel rahim tersebut.

Saat ini ada cara pemeriksaan yang lebih baru, yaitu PAPNET. Pemeriksaan dilakukan dengan pengambilan lendir leher rahim sama seperti papsmear konvensional, tetapi dengan memanfaatkan teknologi computer dalam menganalisanya. Pap Net dapat menyempurnakan hasil papsmear konvensional sampai 30% lebih peka.

Saat ini biaya untuk melakukan Pap Smear maupun Pap Net memang tergolong mahal, beberapa RS mematok harga sekitar Rp 250.000 – Rp 400.000, tetapi ada juga suatu cara pemeriksaan untuk mengetahui keadaan sel serviks dengan cara IVA ( Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) cara ini tergolong lebih murah. Media Asam Asetat disemprotkan ke bagian leher rahim (epitel). Jika bagian leher rahim yang tadinya berwarna merah muda berubah menjadi putih, maka dalam waktu 5-10 tahun kemungkinan akan menjadi prakanker. Dokter akan melakukan pembekuan terhadap kulit tersebut sehingga tidak menjadi kanker, dan biasanya 90 % tidak menjadi kanker.

Alasan Harus melakukan Pap Smear :
  • Usia di atas 18-70 tahun.
  • Menikah pada usia muda (dibawah 20 tahun).
  • Pernah melakukan senggama sebelum usia 20 tahun.
  • Pernah melahirkan lebih dari 3 kali.
  • Pemakaian alat kontrasepsi lebih dari 5 tahun, terutama IUD atau kontrsepsi hormonal.
  • Mengalami perdarahan setiap hubungan seksual.
  • Mengalami keputihan atau gatal pada vagina.
  • Sudah menopause dan mengeluarkan darah pervagina.
  • Berganti pasangan dalam senggama.


Persiapan sebelum Pap Smear :
  • Pada saat pengambilan lendir, usahakan otot-otot vagina rileks.
  • Tidak melakukan hubungan suami-istri 48 jam sebelum pengambilan lendir mulut rahim.
  • Waktu yang paling baik untuk pengambilan lendir adalah 2 minggu setelah selesai haid.
  • Jangan menggunakan pembasuh antiseptic atau sabun antiseptic di sekitar vagina selama 72 jam sebelum pengambilan lendir.


Jika sudah menopause, papsmear dapat dilakukan kapan saja, tetapi jika kandung rahim dan leher rahim telah diangkat atau dioperasi (hysterectomy) atau operasi pengangkatan kandung rahim dan leher rahim tidak perlu lagi melakukan papsmear karena sudah terbebas dari resiko menderita kanker leher rahim. 

sumber: mynurma dan wikipedia
16.38.00 WIB | 1 Komentar | Selengkapnya...

Cara Mencegah Kanker Serviks


Mencegah lebih baik daripada mengobati. Hal ini berlaku pula pada Kanker Serviks.Berikut ini merupakan beberapa tindakan yang perlu Anda lakukan untuk mencegah agar tak terinfeksi HPV sebagai penyebab Kanker Serviks. Beberapa cara praktis yang dapat Anda lakukan untuk mencegah Kanker Serviks dalam kehidupan sehari-hari antara lain:

  • Melakukan pembersihan organ intim atau dikenal dengan istilah vagina toilet. Ini dapat dilakukan sendiri atau dapat juga dengan bantuan dokter ahli. Tujuannya untuk membersihkan organ intim wanita dari kotoran dan penyakit.
  • Hindari merokok. Banyak bukti menunjukkan penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko terkena Kanker tak terkecuali Kanker Serviks.
  • Miliki pola makan sehat, yang kaya dengan sayuran, buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Misalnya mengkonsumsi berbagai karotena, vitamin A, C, dan E, dan asam folat dapat mengurangi risiko terkena Kanker leher rahim.
  • Hindari seks sebelum menikah atau di usia sangat muda atau belasan tahun.
  • Hindari berhubungan seks selama masa haid terbukti efektif untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya Kanker Serviks.
  • Hindari berhubungan seks dengan banyak partner.
  • Secara rutin menjalani tes Pap Smear secara teratur. Saat ini tes Pap Smear bahkan sudah bisa dilakukan di tingkat Puskesmas dengan harga terjangkau.
  • Alternatif tes Pap Smear yaitu tes IVA dengan biaya yang lebih murah dari Pap Smear. Tujuannya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV.
  • Pemberian vaksin atau vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV. Vaksinasi dapat dilakukan pada perempuan usia 10-55 tahun dengan jadwal suntikan sebanyak 3 kali, yaitu pada bulan 0, 1 dan 6. Vaksin HPV akan meningkatkan daya imun anak sehingga lebih resistan terhadap virus.
  • Sebelum menggunakan toilet di tempat umum, selalu bersihkan bibir kloset dengan alkohol.
  • Jangan membersihkan genital dengan air kotor.
Sumber: id.shvoong.com dan kankerserviks.org
16.16.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Gejala dan Tanda-tanda Kanker Serviks


Pada fase pra-kanker, sering tidak ada gejala atau tanda-tanda yang khas dan tidak begitu kentara. Butuh waktu 10-20 tahun dari infeksi untuk menjadi kanker. Namun, kadang sejak dini bisa ditemukan gejala-gejala sebagai berikut :
  • Keputihan yang tidak normal (berwarna tidak bening, bau atau gatal).
  • Perdarahan setelah sanggama yang kemudian berlanjut menjadi perdarahan yang abnormal.
  • Timbulnya perdarahan setelah masa menopause
  • Pada fase invasif dapat keluar cairan berwarna kekuning-kuningan, berbau dan dapat bercampur dengan darah.
  • Timbul gejala-gejala anemia bila terjadi perdarahan kronis.
  • Timbul nyeri panggul (pelvis) atau di perut bagian bawah bila ada radang panggul. Bila nyeri terjadi di daerah pinggang ke bawah, kemungkinan terjadi hidronefrosis. Selain itu, bisa juga timbul nyeri di tempat-tempat lainnya.
Pada stadium lanjut: 
  • Kurang nafsu makan. 
  • Badan menjadi kurus kering karena kurang gizi.
  • Sakit punggung atau tidak bisa berdiri tegak.
  • Sakit di otot bagian paha. 
  • Salah satu paha bengkak.
  • Berat badan naik-turun.
  • Tidak dapat buang air kecil, bocornya urin / air seni dari vagina (timbul iritasi).
  • Pendarahan spontan setelah masa menopause, tulang yang rapuh dan nyeri panggul.
  • Keluar darah yang berlebihan saat menstruasi.
10.40.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Kanker Serviks Juga Mengincar Remaja Putri


Remaja wanita memiliki resiko terkena Kanker Serviks akibat penularan Human Papilloma Virus (HPV). Tiga dari empat kasus infeksi baru HPV terjadi pada wanita usia 15 hingga 25 tahun.

Jumlah penderita Kanker Serviks yang meninggal di dunia sebanyak 600 orang per hari. Di Indonesia, 20 perempuan meninggal tiap hari karena kanker ini. Sementara di seluruh dunia diperkirakan 630 juta wanita mengidap Kanker Serviks.

Di usia 20-an, tubuh perempuan sangat rentan terhadap HPV dan tubuh tidak mungkin membersihkan virus, sehingga kanker kemungkinan akan berkembang di kemudian hari.

Penelitian mengungkap, penularan HPV terjadi dalam dua-tiga tahun pertama setelah aktif secara seksual. Temuan dari kasus yang ada, sekitar 50 persen wanita yang menderita kanker serviks berusia 35-55 tahun. Namun, akibat infeksi yang terjadi saat usia muda, penularan HPV tidak hanya melalui hubungan seksual namun segala kegiatan yang memungkinkan adanya kontak kelamin.

Kanker Serviks disebabkan HPV tipe risiko tinggi di leher rahim yang menghubungkan alat kelamin dan rahim. Jika tidak segera dideteksi pada tahap awal, sel akan berkembang menjadi prakanker dan kanker. Sementara, HPV tipe risiko rendah biasanya mengakibatkan kutil kelamin (genital warts) yang tumbuh di area kelamin.

Bagi orangtua dengan anak remaja putri, sebaiknya memperhatikan pencegahan kanker serviks sejak dini. Pencegahannya antara lain melakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui kesehatan alat kelamin dan pemberian vaksin.

dikutip dari VIVAnews 12 April 2010
09.59.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Faktor-faktor Penyebab Kanker Serviks


Setelah mengetahui apa itu Kanker Serviks, kali ini Kami ketengahkan Faktor-faktor yang menjadi penyebab Kanker Serviks dan ini sangat berguna sekali untuk pencegahan sejak dini terutama bagi kaum Remaja. :)

Faktor-faktor yang menyebabkan Kanker Serviks:
  1. Faktor Tidak Bersih
  2. Faktor Alamiah
  3. Faktor Pilihan


  1. Faktor Tidak Bersih adalah faktor karena ke-TIDAK BERSIH-an kita akan menyebabkan sel serviks mengalami keadaan lemah dan menjadi tidak normal. Contohnya adalah cebok dengan air tidak bersih, tertular penyakit menular seksual, cara perawatan yang keliru akan menyebabkan organ intim terkena infeksi. Tidak bersih dari virus, parasit, kuman, bakteri, jamur dan karsinogen (bahan pemapar kanker) ini tentu akan mempengaruhi kondisi sel serviks.
  2. Faktor Alamiah adalah faktor-faktor ALAMI yang terjadi pada seseorang dan akan menyebabkan sel serviks mengalami perubahan keadaan menjadi lemah dan tidak normal. Contohnya adalah bertambahnya usia dan kelainan genetika akan mempengaruhi kondisi sel serviks. Faktor ini oleh sebagian pendapat dikatakan tidak dapat dicegah ..., memang benar kita tidak dapat mencegah menuanya usia ..., tapi mungkin kita dapat melakukan sesuatu upaya supaya sel serviks kita tidak menua dengan cepat.
  3. Faktor Pilihan adalah faktor-faktor yang karena pilihan kita terhadap sesuatu hal akan menyebabkan sel serviks mengalami keadaan lemah dan tidak normal. Contohnya adalah pemakaian hormonal, trauma (sering melahirkan anak), makanan, lingkungan akan mempengaruhi kondisi sel serviks.


Bila pada faktor ALAMIAH kita tidak hampir-hampir berdaya untuk mencegahnya, tetapi pada faktor TIDAK BERSIH dan PILIHAN tersedia banyak cara untuk mencegah dan menghindarinya. Inilah alasan kenapa Bidadari berpendapat bahwa ternyata Kanker Serviks dapat dicegah.

Disinilah Pap-smear sebagai tools dari deteksi dini Kanker Serviks memiliki peran besar. Bila dari hasil pemeriksaan ditemukan telah terjadi perbuahan sel serviks menjadi tidak normal, segera perlu dilakukan serangkaian analisis faktor apa saja yang mungkin terjadi pada seseorang yang mencetuskan/menyebabkan selnya tidak normal. Dengan meniadakan dan menghentikan faktor tersebut serta memberikan terapi pengobatan, maka sel yang tidak normal tadi diharapkan akan berangsur memulihkan diri lagi menjadi sel normal.

Pada beberapa kasus dapat terjadi sel yang tidak normal tersebut membandel dan memerlukan waktu lama dan pengobatan panjang. Beberapa dari Anda mungkin memilih untuk menghentikan pengobatan tanpa memikirkan bahwa "Sudah diterapi saja tidak kunjung membaik ..., apalagi lepas terapi ...!". Kasus seperti inilah yang dikhawatirkan mungkin 3 s/d 10 tahun lagi menjadi Kanker Serviks.

Jika Anda memang harus terkena Kanker Serviks, maka harus dipastikan bahwa itu adalah Kanker Serviks dalam stadium dini atau bahkan in-situ. Pada tahap ini tentu tindakan yang akan diperlukan akan minimal sekali, dan tetap terbuka lebar kesempatan untuk tetap menikmati hidup bersama seluruh keluarga yang dicintai dan disayangi. Dari berbagai sisi tinjauan diatas, Kami mengajak para sahabat untuk sejenak merenungkan faktor-faktor tersebut yang sedang atau telah dialami dan kemudian merancang tindakan untuk menghentikan multi hit trauma sel serviks tersebut sekarang juga.

Arikel dari: Bidadariku.Com
09.40.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Apa itu Kanker Serviks?

24 September 2011 | 22.41.00 WIB


Kanker Leher Rahim atau disebut juga Kanker Serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim.

Kanker Serviks merupakan jenis kanker yang paling banyak nomor tiga di dunia. Bahkan di Indonesia saja, setiap satu jam seorang wanita meninggal karena kanker ini, dan penyakit kanker ini dikenal sebagai pembunuh nomor satu wanita di Indonesia. Kanker Serviks disebut juga "silent killer" karena perkembangan kanker ini sangat sulit dideteksi. Perjalanan dari infeksi virus menjadi kanker membutuhkan waktu cukup lama, sekitar 10-20 tahun. Proses ini seringkali tidak disadari hingga kemudian sampai pada tahap pra-kanker tanpa gejala. 

Pada awalnya sel normal (sel yang belum terkena virus) hanya berubah intinya yang mulai membesar, sitoplasmanya berubah, organel-organel selnya berubah dan seterusnya. Bila ditemukan dalam kondisi ini sebenarnya masih terbuka sangat lebar kesempatan untuk mengembalikan bentuk sel menjadi normal kembali. Ironisnya kita tidak tahu apa yang terjadi pada sel serviks wanita saat itu. Gejala biasanya baru dapat ditemui dan dikenali ketika Kanker Serviks sudah dalam stadium lanjut. Tanda-tanda itu dapat berupa perdarahan baik spontan maupun tidak, keputihan parah, berbau terus menerus, maupun rasa nyeri atau kemeng pada panggul.

Di mulut rahim ada dua jenis sel, yaitu sel kolumnar dan sel skuamosa. Sel skuamosa ini sangat berperan dalam perkembangan Kanker Serviks. Lihat gambar di bawah untuk mendapat gambaran tentang stadium kanker serviks, klik untuk memperbesar:

Pap-smear menjadi metode deteksi dini Kanker Serviks,  dikarenakan dapat mengetahui dan mengevaluasi apa yang terjadi pada sel serviks seorang wanita.

Selama ini bila kita membicarakan Kanker Serviks seolah-olah itu adalah masalah wanita saja dan tidak terkait dengan lelaki. Bahkan dalam komunitas masyarakat tertentu dianggap wanita yang sakit sakit Kanker Serviks adalah akibat ulahnya sendiri (karma), kena santet atau kutukan. Dalam perkembangan keilmuan terkini ternyata setelah dilakukan banyak penelitian terhadap ribuan penderita Kanker Serviks didapatkan 85-95% memiliki kesamaan yaitu didapatkannya HPV (Human Palilloma Virus), virus yang ditularkan melalui hubungan seksual dengan pasangannya. Jadi fokus utama kita adalah memastikan para suami atau pasangan seksual tidak menularkan HPV. Karena itu upaya pencegahan dengan vaksinasi HPV menjadi sangat relevan untuk dilakukan meskipun biayanya oleh sebagian masyarakat masih dianggap relatif mahal.

via: kankerserviks.org, bidadariku.com dan id.wikipedia.org
22.41.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Penyakit Menular Seksual (Penyakit Kelamin)

21 September 2011 | 14.27.00 WIB


Adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual. Akan beresiko tinggi apabila dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Baik laki-laki maupun perempuan bisa beresiko tertular penyakit kelamin. Perempuan beresiko lebih besar tertular karena bentuk alat reproduksinya lebih rentan terhadap Penyakit Menular Seksual (PMS). Sayangnya, 50% dari perempuan yang tertular PMS tidak tahu bahwa ia sudah tertular. PMS tidak dapat dicegah hanya dengan :
·         Membersihkan alat kelamin setelah berhubungan seksual.
·         Minum jamu tradisional.
·         Minum obat antibiotik sebelum dan sesudah berhubungan seksual.
PMS yang umum terdapat di Indonesia adalah :
1.       Gonorrea.
2.       Clamidia.
3.       Sifilis.
4.       Herpes genital.
5.       Trikonomiasis.
6.       Ulkul mole (chancroid).
7.       Kutil kelamin.
8.       HIV-AIDS.

1.    GONORREA (GO)
Kuman penyebabnya : Neisseria gonnorrhoeae.
Masa inkubasi atau penyebaran kuman : 2 – 10 hari setelah hubungan seks.
Tanda-tanda : nyeri pada saat kencing, merah, bengkak dan bernanah pada alat kelamin.
Komplikasi yang timbul : infeksi radang panggunl, mandul, menimbulkan kebutaan pada bayi yang dilahirkan.
Pemeriksaan : pewarnaan gram dan biakan agar.

2.    SIFILIS (RAJA SINGA)
Kuman penyebab : Trepanema palidum.
Masa inkubasi : tanpa gejala berlangsung 3 – 13 minggu, lalu timbul benjolan sekitar alat kelamin, disertai pusing, nyeri tulang, akan hilang sementara. 6 – 12 minggu setelah hubungan seks muncul bercak merah pada tubuh yang dapat hilang sendiri tanpa disadari. 5 – 10 tahun penyakit ini akan menyerang susunan syaraf otak, pembuluh darah dan jantung.
Komplikasi pada wanita hamil : dapat melahirkan dengan kecacatan fisik seperti kerusakan kulit, limpa, hati dan keterbelakangan mental.
Pemeriksaan : tes laboratorium untuk mendeteksi RPR (Rapid Plasma Reagent) dan TPHA (Trepanema Palidum Hemagglutination Assay).

3.    TRIKONOMIASIS
Disebabkan oleh protozoa Trichomonas vaginalis.
Gejala-gejala yang mungkin ditimbulkan antara lain : Keluar cairan vagina encer berwarna kuning kehijauan, berbusa dan berbau busuk; Sekitar kemaluan bengkak, kemerahan, gatal dan terasa tidak nyaman.
Komplikasi yang bisa terjadi : lecet sekitar kemaluan, bayi lahir prematur, memudahkan penularan infeksi HIV.
Tes laboratorium untuk mendeteksi sediaan basah KOH.

4.    ULKUS MOLE (Chancroid)
Disebabkan oleh bakteri Hemophilus ducreyi.
Gejala-gejala yang mungkin ditimbulkan antara lain : Luka lebih dari diameter 2 cm, cekung, pinggirnya tidak teratur, keluar nanah dan rasa nyeri; Biasanya hanya pada salah satu sisi alat kelamin. Sering (50%) disertai pembengkakan kelenjar getah bening di lipat paha berwarna kemerahan (bubo) yang bila pecah akan bernanah dan nyeri.
Komplikasi yang mungkin terjadi : kematian janin pada ibu hamil yang tertular, memudahkan penularan infeksi HIV.
Tes laboratorium untuk mendeteksinya dengan pewarnaag Gram dan Biakan agar selama seminggu.

5.    KLAMIDIA
Disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi ini biasanya kronis, karena sebanyak 70% perempuan pada awalnya tidak merasakan gejala apapun sehingga tidak memeriksakan diri.
Gejala yang ditimbulkan : Cairan vagina encer berwarna putih kekuningan; Nyeri di rongga panggul; Perdarahan setelah hubungan seksual.
Komplikasi yang mungkin terjadi : Biasanya menyertai gonore; Penyakit radang panggul; Kemandulan akibat perlekatan pada saluran falopian; Infeksi mata pada bayi baru lahir; Memudahkan penularan infeksi HIV.
Tes laboratorium yang dilakukan untuk mendeteksi adalah Elisa, Rapid Test dan Giemsa.

6.    KUTIL KELAMIN
Disebabkan oleh Human Papiloma Virus.
Gejala yang ditimbulkan : tonjolan kulit seperti kutil besar disekitar alat kelamin (seperti jengger ayam).
Komplikasi yang mungkin terjadi : kutil dapat membesar seperti tumor; bisa berubah menjadi kanker mulut rahim; meningkatkan resiko tertular HIV-AIDS.
Tidak perlu mendeteksi laboratorium karena langsung dapat terlihat oleh mata biasa.

7.    HIV-AIDS
HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah sejenis virus yang menyebabkan AIDS. Virus ini menyerang sel darah putih manusia yang merupakan bagian paling penting dalam system kekebalan tubuh.
AIDS atau Acquired Immuno Deficiency Syndrome adalah kumpulan gejala-gejala akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh.

Seseorang yang terinfeksi HIV secara fisik tidak ada bedanya dengan orang yang tidak terinfeksi. Hampir tidak ada gejala yang muncul pada awal terinfeksi HIV. Tetapi ketika berkembang menjadi AIDS, maka orang tersebut perlahan-lahan akan kehilangan kekebalan tubuhnya sehingga mudah terserang penyakit dan tubuh akan melemah.

Obat-obatan yang ada pada saat ini, belum mampu untuk menjanjikan suatu kesembuhan yang pasti.
Tes HIV (ELISA dua kali) perlu disertai konseling sebelum dan sesudah tes dilakukan.

Setiap orang beresiko tertular HIV-AIDS, baik tua maupun muda, kaya atau miskin, heteroseksual maupun homoseksual, terkenal maupun tidak terkenal. Resiko tertular HIV tidak berkaitan dengan siapa kita, tetapi apa yang kita lakukan.

HIV dapat ditularkan dengan cara :
·         Hubungan seksual tanpa pelindung dengan Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA).
·      Menggunakan benda tajam yang terkontaminasi oleh virus HIV, misalnya jarum suntik pada pengguna dan pecandu narkoba, alat pembuat tatto dan alat tindik.
·         Mendapatkan transfusi darah yang mengandung virus HIV.
·         Dari ibu ODHA kepada bayi yang dikandung dan disusuinya.
·         HIV tidak dapat ditularkan kepada orang lain melalui :
·         Bersalaman atau berpelukan.
·         Makanan dari piring yang pernah digunakan ODHA.
·         Batuk atau bersin ODHA.
·         Gigitan nyamuk.
·         Berenang ditempat berenang yang sama dengan ODHA.
·         Mengunjungi ODHA dirumah atau dirumah sakit.
14.27.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...