Tunggu bentaar aja...
   

Anak Sering Garuk-garuk Pantat? Awas Gejala Cacingan!

15 Oktober 2011 | 06.30.00 WIB


Cacingan paling banyak dialami anak-anak. Salah satu tanda si anak cacingan adalah sering garuk-garuk pantat. Cacing yang paling sering masuk melalui anus adalah cacing kremi, makanya anak-anak yang sering garuk-garuk pantat kadang disebut kremian.

Tapi sayangnya masih banyak orang yang belum menyadari. Bahkan di Indonesia anak kremian dikira karena terlalu banyak makan kelapa.

"Anak kremian akibat banyak makan kelapa itu mitos, yang benar anak tersebut kena infeksi cacing kremi," ujar Prof dr Saleha Sungkar, DAP&E, MS selaku ketua departemen parasitologi FKUI dalam acara Seminar Ilmiah waspadai infeksi kecacingan di gedung YKTI, Jakarta, Rabu (12/10/2011).

Prof Saleha menuturkan cacing kremi (Oxyuris vermicularis) yang berbentuk seperti serutan kelapa ini bertelur sekitar 11.000-15.000 telur di sekitar anus, karenanya jika diperiksa melalui feses maka telur-telur cacing ini tidak akan terlihat.

Telur-telur ini menimbulkan rasa gatal yang hebat sehingga anak-anak biasanya menggaruk-garuk pantat yang dapat menyebabkan lecet dan telur-telur tersebut lepas sehingga menempel di tangan, pakaian dalam, seprai, lantai atau bisa juga terbang dan menempel di perabotan rumah.

"Kalau kamar tersebut yang tidur banyak atau padat seperti asrama atau barak maka semuanya bisa ketularan cacingan, bisa juga anak-anak TK yang garuk-garuk di sekolah lalu telurnya lepas dan bisa menular," ungkapnya.

Gejala yang muncul dari infeksi cacing kremi adalah gatal di sekitar anus yang membuat anak menjadi rewel dan juga sulit untuk tidur. Tapi cacing kremi ini juga bisa masuk ke usus buntu dan vagina.

"Untuk diagnosisnya tidak bisa melalui uji feses, tapi dengan menempelkan selotip di anus lalu dicabut dan dilihat di bawah mikroskop untuk mengetahui apakah ada telur cacing atau tidak," ungkapnya.

Beberapa hal bisa dilakukan untuk mencegahnya seperti menjaga kebersihan, makanan ditutup sehingga tidak terkena debu, mencuci tangan sebelum makan dan setelah buang air kecil serta pakaian tidur dan perlengkapan tidur di cuci dan disetrika setiap hari.

"Baju tidur sebaiknya sekali pakai langsung cuci, jangan digantung dibalik pintu atau justru dipakai sampai seminggu," ujar Prof Saleha.
sumber: detik
06.30.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Hal-hal yang Memperlambat Kehamilan

10 Oktober 2011 | 20.49.00 WIB

Tidak ada orang yang bisa memprediksi dengan pasti kapan perempuan akan hamil. Meski begitu ada beberapa kesalahan yang kerap dilakukan pasangan sehingga mengurangi kemungkinannya untuk hamil.

Ada berbagai alasan yang membuat seseorang sulit untuk hamil selain akibat masalah medis tertentu yang serius. Beberapa cara dilakukan seperti ada yang mencoba konsumsi obat atau teknik tertentu. Tapi kadang pasangan mengabaikan beberapa kesalahan yang umum.

Untuk itu hindari kesalahan-kesalahan berikut ini jika ingin cepat hamil, seperti dikutip dari Buzzle, Selasa (4/10/2011) yaitu:

1. Tidak menempatkan prioritas dengan tepat
Tidak salah jika orang menempatkan urutan kebutuhan untuk membeli rumah, tabungan dan lainnya terlebih dahulu sebelum merencanakan memiliki anak. Tapi ada hal penting yang harus dipahami, yaitu kondisi tubuh. Semakin lama memperlambat maka semakin kecil kemungkinan untuk hamil karena kualitas dan jumlah sel telur semakin berkurang.

2. Melakukan hubungan seks setiap hari
Banyak pasangan yang tidak tahu bahwa hubungan seks setiap hari bisa mengurangi jumlah sperma dan butuh waktu tertentu agar kembali normal. Jadi berhubungan seks setiap hari bukan meningkatkan peluang hamil tapi justru menguranginya.

3. Kesalahan dalam menghitung waktu ovulasi (masa subur)
Kebanyakan perempuan beranggapan masa ovulasinya adalah hari ke-14 sejak hari pertama menstruasi, padahal waktu ovulasi sangat bervariasi tiap orang ada yang lebih cepat atau justru lebih lambat. Jika menstruasinya teratur, maka akan lebih mudah menghitung waktu suburnya.

4. Kesalahan gaya hidup yang mempengaruhi kesuburan
Gaya hidup tertentu sangat mempengaruhi kesuburan seperti merokok, diet yang tidak seimbang atau tidak sehat atau berat badan berlebih yang bisa menghambat kehamilan.

5. Terlalu memikirkan posisi saat bercinta
Beberapa pasangan masih berpikir posisi saat bercinta pengaruhi kesempatan untuk hamil, padahal posisi tidak memainkan peran apapun, karenanya jangan terlalu stres atau mencoba gerakan-gerakan yang justru bisa membahayakan alat kelamin.

6. Stres memikirkan kehamilan
Stres yang terjadi sebelum, selama atau setelah kehamilan adalah hal yang tidak sehat, karena bisa menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang mempengaruhi hormon kehamilan HCG. Untuk itu usahakan tetap rileks dan santai agar kesempatan hamilnya lebih ebsar.

7. Terlalu lama menunggu untuk pergi ke dokter spesialis
Sebaiknya jangan terlalu lama menunggu untuk pergi ke dokter spesialis, jika sudah melewati waktu 1 tahun dan belum juga hamil tak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter. Tapi jika ada keluhan lain seperti menstruasi yang sakit, pernah memiliki infeksi panggul atau keputihan yang parah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter lebih cepat.
sumber: detikhealth
20.49.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Sedang Hamil? Hindari Asap Kendaraan!

Polusi dari asap kendaraan bermotor semakin mengkhawatrikan. Tak hanya berakibat buruk pada pernapasan, asap kendaraan bermotor diduga dapat menghambat pertumbuhan janin. Demikian kesimpulan penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari University of Western Australia dan Lembaga Penelitian Kesehatan Anak.

Penelitian yang dipimpin oleh Asisten Profesor Gavin Pereira ini memantau tingkat emisi lalu lintas di wilayah dengan kegiatan industri yang relatif rendah kemudian membandingkannya dengan catatan kelahiran lebih dari 1.000 ibu selama enam tahun, yaitu antara tahun 2000 dan 2006.

Hasil penelitiannya diterbitkan Journal of Public Health Australia dan Selandia Baru dan menunjukkan bahwa bayi baru lahir yang berat optimalnya dapat mencapai 3,5 kg ternyata banyak yang lahir dengan berat hingga 58 g lebih ringan. Dibandingkan efeknya pada ibu hamil yang merokok, ibu yang terpapar asap kendaraan bermotor memiliki efek setengahnya.

Pereira mengatakan bahwa hasil ini cukup mengejutkan karena penelitiannya ini mengamati efek udara yang telah memenuhi pedoman standar kualitas nasional.

"Penelitian internasional telah menemukan beberapa keterkaitan, tapi ini adalah untuk pertama kalinya kita melihat hubungan antara polusi lalu lintas di pinggiran kota yang normal dan efeknya terhadap pertumbuhan janin," kata Pereira.

"Ada pesan yang akan diambil dari penelitian ini. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga tingkat emisi tetap rendah. Kurangi berkendaraan, gunakan alat transportasi umum, perbanyak bersepeda dan berjalan kaki. Aktifitas perjalanan akan menambah manfaat untuk kesehatan jika tidak memperbanyak emisi lalu lintas," katanya seperti dikutip dari situs resmi University of Western Australia, Rabu (6/10/2011).

Pereira saat ini meneliti pengaruh pembangunan lingkungan terhadap aktivitas fisik dan penyakit kronis. Menurutnya, perencanaan tata kota mungkin dapat menjadi salah satu strategi mengurangi beberapa penyakit utama seperti obesitas, diabetes, jantung dan asma.
sumber: detikhealth
20.24.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...