Tunggu bentaar aja...
   

Cegah Kanker dengan Kulit Kentang Kleci

25 September 2011 | 20.11.00 WIB

Kentang kleci atau Coleus tuberosus adalah kentang berkulit hitam sebesar ibu jari yang banyak ditemui di pasar-pasar tradisional. Jenis umbi ini biasanya hanya dikukus untuk dikonsumsi atau campuran dalam sayuran. Namun ternyata, umbi kecil ini mengandung senyawa antioksidan dan antiproliferasi (antiperbanyakan sel kanker) golongan Triterpenic acid.

Mahasiswi S3 UGM, Mutiara Nugraheni, berhasil menemukan khasiat kulit kentang kleci sebagai pencegah tumbuhnya sel kanker. Temuan baru ini membuktikkan bahwa secara ilmiah umbi khususnya kentang hitam memiliki komponen-komponen fungsional dalam penyembuhan penyakit. 

Mutiara menjelaskan, dari hasil penelitiannya berhasil ditemukan senyawa triterpenic acid yang berupa ursolic acid (UA) dan oleanolic acid (OA). Dari penelitiannya, Mutiara telah melakukan uji aktivitas antiproliferasi terhadap ekstrak umbi kentang hitam, khususnya bagian kulit dan daging dengan sel kanker payudara MCF-7 (Michigan Cancer Foundation-7). Dengan menggunakan metode MTT Assay, sel kanker tersebut ditempatkan dalam sumuran plat kemudian diberi ekstrak umbi kentang hitam berbagai konsentrasi. "Sel kanker tersebut diinkubasi selama 72 jam dengan diberi tambahan reagen MTT dengan pengukuran tingkat viabilitas sel dengan ELISA Reader," ungkap Umar Santoso yang menjadi promotor penelitian mahasiswi Prodi Studi Ilmu Pangan Fakultas Teknologi Pertanian UGM ini. 

Ternyata, dari hasil mikroskopik menunjukkan bahwa sel kanker mengalami kerusakan morfologi, fragmentasi DNA, dan kematian sel-sel kanker. Bahkan diketahui pula, bahwa kandungan ursolic acid dan oleanolic acid di kulit umbi ini lebih tinggi dibandingkan dengan dagingnya. Hasil temuan baru dari pengobatan kanker ini telah dipublikasikan di tiga jurnal internasional yaitu International Food Research Journal, African Journal of Food Science, serta Jornal of Medicine Plants Research.

20.11.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

11 Tips Mencegah Kanker


BANYAK cara untuk menghindarkan diri dari penyakit kanker. Selain pola makan sehat, aktivitas fisik dan kontrol rutin ke dokter juga menjadi kuncinya.

Berikut tipsnya :

  1. Makan sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian seperti tempe, tahu, dan makanan yang banyak mengandung serat. Paling tidak, satu atau dua kali sehari mengonsumsi sayuran hijau dan buah-buahan.
  2. Hindari berat badan berlebihan atau kegemukan. Timbanglah berat badan sekali seminggu. Penelitian menunjukkan, akibat kegemukan, risiko terjadinya kanker lebih besar, khususnya kanker payudara, rahim, usus besar, lambung, ginjal, serta kandung empedu.
  3. Kurangi terlalu banyak makan gorengan dan yang mengandung protein dan lemak tinggi serta jeroan.
  4. Batasi makanan yang diolah dengan suhu tinggi dan lama atau dengan pengolahan tertentu yang dapat menimbulkan prokarsinogen, seperti makanan yang diasinkan, diasap, dibakar, dan dipanggang sampai keluar arang. Yang terbaik adalah makanan yang direbus.
  5. Hati-hati dengan penggunaan pemanis buatan, pewarna makanan, serta zat pengawet yang berlebihan. Makanan terbaik adalah makanan segar.
  6. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan C. Makanan yang mengandung vitamin A dan C banyak terdapat dalam sayuran dan buah-buahan seperti jeruk, pisang, mangga, pepaya, tomat, dan brokoli yang dapat melindungi Anda dari kanker oesofagus, laring, lambung,dan paru.
  7. Perbanyak konsumsi sayuran kubis. Sayuran yang termasuk dalam kubis misalnya kol, brokoli, bunga kol, pok coy, dan kale ini dapat melindungi dari kanker lambung, kolesterol, dan kanker saluran napas. Jaga kebersihan makanan, beraneka ragam, dan bebas dari zat cemaran lingkungan.
  8. Berhenti merokok dan minum minuman beralkohol. Bagi Anda yang perokok, entah itu sigaret, keretek, atau cerutu, berhenti sekarang juga. Merokok merupakan sebab utama terjadinya kanker paru-paru. Jauhkan anak-anak Anda dan ibu-ibu hamil dari asap rokok karena sangat berbahaya bagi bayi yang dikandung. Sementara mengonsumsi minuman beralkohol meningkatkan risiko terserang kanker mulut, tenggorokan, dan laring.
  9. Kegiatan fisik dengan olahraga secara teratur disertai kesehatan mental dan rohani merupakan bagian terpadu dalam upaya pencegahan penyakit kanker.
  10. Hindari sinar matahari. Lindungilah kulit Anda dengan memakai krim tabir surya.Sinar matahari yang berlebihan akan menyebabkan kerusakan pada kulit dan kanker kulit.
  11. Periksakan diri secara teratur. Usahakan untuk selalu memeriksakan diri secara teratur sebagai langkah awal mendeteksi penyakit sedini mungkin.

19.49.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Apa itu Pap Smear?


Pap Smear adalah screening untuk mendeteksi perubahan sel sel yang terjadi di dalam serviks uterus. Jika melirik Wikipedia "Pap Smear atau Papanikolaou test adalah metode screening ginekologi, dicetuskan oleh Georgios Papanikolaou, untuk menemukan proses-proses premalignant dan malignant di ectocervix, dan infeksi dalam endocervix dan endometrium. Pap Smear digunakan untuk mendeteksi kanker rahim yang disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. Menurut perkiraan, di Inggris Pap Smear mencegah sekitar 700 kematian per tahun. Wanita yang aktif secara seksual disarankan menjalani Pap Smear sekali setahun".

Perubahan sel rahim yang terdeteksi secara dini akan memungkinkan beberapa tindakan pengobatan diambil sebelum sel-sel tersebut berkembang menjadi sel kanker. Artinya, semakin dini penyakit kanker diketahui maka semakin mudah menanganinya. Dari keadaan normal ke prakanker memerlukan waktu 5 tahun, sedangkan dari prakanker ke kanker ringan memakan waktu 5 tahun dan dari ringan ke sedang memakan waktu 3 tahun.

Cara melakukan tes papsmear secara teknis yaitu pengambilan sapuan lender dengan menggunakan spatula atau sejenis sikat halus. Lendir leher rahim diambil oleh dokter atau bidan untuk dioleskan dan difiksasi (dilekatkan) pada kaca benda. Kemudian dengan menggunakan mikroskop seorang ahli sitologi (sel) akan menguji sel rahim tersebut.

Saat ini ada cara pemeriksaan yang lebih baru, yaitu PAPNET. Pemeriksaan dilakukan dengan pengambilan lendir leher rahim sama seperti papsmear konvensional, tetapi dengan memanfaatkan teknologi computer dalam menganalisanya. Pap Net dapat menyempurnakan hasil papsmear konvensional sampai 30% lebih peka.

Saat ini biaya untuk melakukan Pap Smear maupun Pap Net memang tergolong mahal, beberapa RS mematok harga sekitar Rp 250.000 – Rp 400.000, tetapi ada juga suatu cara pemeriksaan untuk mengetahui keadaan sel serviks dengan cara IVA ( Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) cara ini tergolong lebih murah. Media Asam Asetat disemprotkan ke bagian leher rahim (epitel). Jika bagian leher rahim yang tadinya berwarna merah muda berubah menjadi putih, maka dalam waktu 5-10 tahun kemungkinan akan menjadi prakanker. Dokter akan melakukan pembekuan terhadap kulit tersebut sehingga tidak menjadi kanker, dan biasanya 90 % tidak menjadi kanker.

Alasan Harus melakukan Pap Smear :
  • Usia di atas 18-70 tahun.
  • Menikah pada usia muda (dibawah 20 tahun).
  • Pernah melakukan senggama sebelum usia 20 tahun.
  • Pernah melahirkan lebih dari 3 kali.
  • Pemakaian alat kontrasepsi lebih dari 5 tahun, terutama IUD atau kontrsepsi hormonal.
  • Mengalami perdarahan setiap hubungan seksual.
  • Mengalami keputihan atau gatal pada vagina.
  • Sudah menopause dan mengeluarkan darah pervagina.
  • Berganti pasangan dalam senggama.


Persiapan sebelum Pap Smear :
  • Pada saat pengambilan lendir, usahakan otot-otot vagina rileks.
  • Tidak melakukan hubungan suami-istri 48 jam sebelum pengambilan lendir mulut rahim.
  • Waktu yang paling baik untuk pengambilan lendir adalah 2 minggu setelah selesai haid.
  • Jangan menggunakan pembasuh antiseptic atau sabun antiseptic di sekitar vagina selama 72 jam sebelum pengambilan lendir.


Jika sudah menopause, papsmear dapat dilakukan kapan saja, tetapi jika kandung rahim dan leher rahim telah diangkat atau dioperasi (hysterectomy) atau operasi pengangkatan kandung rahim dan leher rahim tidak perlu lagi melakukan papsmear karena sudah terbebas dari resiko menderita kanker leher rahim. 

sumber: mynurma dan wikipedia
16.38.00 WIB | 1 Komentar | Selengkapnya...

Cara Mencegah Kanker Serviks


Mencegah lebih baik daripada mengobati. Hal ini berlaku pula pada Kanker Serviks.Berikut ini merupakan beberapa tindakan yang perlu Anda lakukan untuk mencegah agar tak terinfeksi HPV sebagai penyebab Kanker Serviks. Beberapa cara praktis yang dapat Anda lakukan untuk mencegah Kanker Serviks dalam kehidupan sehari-hari antara lain:

  • Melakukan pembersihan organ intim atau dikenal dengan istilah vagina toilet. Ini dapat dilakukan sendiri atau dapat juga dengan bantuan dokter ahli. Tujuannya untuk membersihkan organ intim wanita dari kotoran dan penyakit.
  • Hindari merokok. Banyak bukti menunjukkan penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko terkena Kanker tak terkecuali Kanker Serviks.
  • Miliki pola makan sehat, yang kaya dengan sayuran, buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Misalnya mengkonsumsi berbagai karotena, vitamin A, C, dan E, dan asam folat dapat mengurangi risiko terkena Kanker leher rahim.
  • Hindari seks sebelum menikah atau di usia sangat muda atau belasan tahun.
  • Hindari berhubungan seks selama masa haid terbukti efektif untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya Kanker Serviks.
  • Hindari berhubungan seks dengan banyak partner.
  • Secara rutin menjalani tes Pap Smear secara teratur. Saat ini tes Pap Smear bahkan sudah bisa dilakukan di tingkat Puskesmas dengan harga terjangkau.
  • Alternatif tes Pap Smear yaitu tes IVA dengan biaya yang lebih murah dari Pap Smear. Tujuannya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV.
  • Pemberian vaksin atau vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV. Vaksinasi dapat dilakukan pada perempuan usia 10-55 tahun dengan jadwal suntikan sebanyak 3 kali, yaitu pada bulan 0, 1 dan 6. Vaksin HPV akan meningkatkan daya imun anak sehingga lebih resistan terhadap virus.
  • Sebelum menggunakan toilet di tempat umum, selalu bersihkan bibir kloset dengan alkohol.
  • Jangan membersihkan genital dengan air kotor.
Sumber: id.shvoong.com dan kankerserviks.org
16.16.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Gejala dan Tanda-tanda Kanker Serviks


Pada fase pra-kanker, sering tidak ada gejala atau tanda-tanda yang khas dan tidak begitu kentara. Butuh waktu 10-20 tahun dari infeksi untuk menjadi kanker. Namun, kadang sejak dini bisa ditemukan gejala-gejala sebagai berikut :
  • Keputihan yang tidak normal (berwarna tidak bening, bau atau gatal).
  • Perdarahan setelah sanggama yang kemudian berlanjut menjadi perdarahan yang abnormal.
  • Timbulnya perdarahan setelah masa menopause
  • Pada fase invasif dapat keluar cairan berwarna kekuning-kuningan, berbau dan dapat bercampur dengan darah.
  • Timbul gejala-gejala anemia bila terjadi perdarahan kronis.
  • Timbul nyeri panggul (pelvis) atau di perut bagian bawah bila ada radang panggul. Bila nyeri terjadi di daerah pinggang ke bawah, kemungkinan terjadi hidronefrosis. Selain itu, bisa juga timbul nyeri di tempat-tempat lainnya.
Pada stadium lanjut: 
  • Kurang nafsu makan. 
  • Badan menjadi kurus kering karena kurang gizi.
  • Sakit punggung atau tidak bisa berdiri tegak.
  • Sakit di otot bagian paha. 
  • Salah satu paha bengkak.
  • Berat badan naik-turun.
  • Tidak dapat buang air kecil, bocornya urin / air seni dari vagina (timbul iritasi).
  • Pendarahan spontan setelah masa menopause, tulang yang rapuh dan nyeri panggul.
  • Keluar darah yang berlebihan saat menstruasi.
10.40.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Kanker Serviks Juga Mengincar Remaja Putri


Remaja wanita memiliki resiko terkena Kanker Serviks akibat penularan Human Papilloma Virus (HPV). Tiga dari empat kasus infeksi baru HPV terjadi pada wanita usia 15 hingga 25 tahun.

Jumlah penderita Kanker Serviks yang meninggal di dunia sebanyak 600 orang per hari. Di Indonesia, 20 perempuan meninggal tiap hari karena kanker ini. Sementara di seluruh dunia diperkirakan 630 juta wanita mengidap Kanker Serviks.

Di usia 20-an, tubuh perempuan sangat rentan terhadap HPV dan tubuh tidak mungkin membersihkan virus, sehingga kanker kemungkinan akan berkembang di kemudian hari.

Penelitian mengungkap, penularan HPV terjadi dalam dua-tiga tahun pertama setelah aktif secara seksual. Temuan dari kasus yang ada, sekitar 50 persen wanita yang menderita kanker serviks berusia 35-55 tahun. Namun, akibat infeksi yang terjadi saat usia muda, penularan HPV tidak hanya melalui hubungan seksual namun segala kegiatan yang memungkinkan adanya kontak kelamin.

Kanker Serviks disebabkan HPV tipe risiko tinggi di leher rahim yang menghubungkan alat kelamin dan rahim. Jika tidak segera dideteksi pada tahap awal, sel akan berkembang menjadi prakanker dan kanker. Sementara, HPV tipe risiko rendah biasanya mengakibatkan kutil kelamin (genital warts) yang tumbuh di area kelamin.

Bagi orangtua dengan anak remaja putri, sebaiknya memperhatikan pencegahan kanker serviks sejak dini. Pencegahannya antara lain melakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui kesehatan alat kelamin dan pemberian vaksin.

dikutip dari VIVAnews 12 April 2010
09.59.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Faktor-faktor Penyebab Kanker Serviks


Setelah mengetahui apa itu Kanker Serviks, kali ini Kami ketengahkan Faktor-faktor yang menjadi penyebab Kanker Serviks dan ini sangat berguna sekali untuk pencegahan sejak dini terutama bagi kaum Remaja. :)

Faktor-faktor yang menyebabkan Kanker Serviks:
  1. Faktor Tidak Bersih
  2. Faktor Alamiah
  3. Faktor Pilihan


  1. Faktor Tidak Bersih adalah faktor karena ke-TIDAK BERSIH-an kita akan menyebabkan sel serviks mengalami keadaan lemah dan menjadi tidak normal. Contohnya adalah cebok dengan air tidak bersih, tertular penyakit menular seksual, cara perawatan yang keliru akan menyebabkan organ intim terkena infeksi. Tidak bersih dari virus, parasit, kuman, bakteri, jamur dan karsinogen (bahan pemapar kanker) ini tentu akan mempengaruhi kondisi sel serviks.
  2. Faktor Alamiah adalah faktor-faktor ALAMI yang terjadi pada seseorang dan akan menyebabkan sel serviks mengalami perubahan keadaan menjadi lemah dan tidak normal. Contohnya adalah bertambahnya usia dan kelainan genetika akan mempengaruhi kondisi sel serviks. Faktor ini oleh sebagian pendapat dikatakan tidak dapat dicegah ..., memang benar kita tidak dapat mencegah menuanya usia ..., tapi mungkin kita dapat melakukan sesuatu upaya supaya sel serviks kita tidak menua dengan cepat.
  3. Faktor Pilihan adalah faktor-faktor yang karena pilihan kita terhadap sesuatu hal akan menyebabkan sel serviks mengalami keadaan lemah dan tidak normal. Contohnya adalah pemakaian hormonal, trauma (sering melahirkan anak), makanan, lingkungan akan mempengaruhi kondisi sel serviks.


Bila pada faktor ALAMIAH kita tidak hampir-hampir berdaya untuk mencegahnya, tetapi pada faktor TIDAK BERSIH dan PILIHAN tersedia banyak cara untuk mencegah dan menghindarinya. Inilah alasan kenapa Bidadari berpendapat bahwa ternyata Kanker Serviks dapat dicegah.

Disinilah Pap-smear sebagai tools dari deteksi dini Kanker Serviks memiliki peran besar. Bila dari hasil pemeriksaan ditemukan telah terjadi perbuahan sel serviks menjadi tidak normal, segera perlu dilakukan serangkaian analisis faktor apa saja yang mungkin terjadi pada seseorang yang mencetuskan/menyebabkan selnya tidak normal. Dengan meniadakan dan menghentikan faktor tersebut serta memberikan terapi pengobatan, maka sel yang tidak normal tadi diharapkan akan berangsur memulihkan diri lagi menjadi sel normal.

Pada beberapa kasus dapat terjadi sel yang tidak normal tersebut membandel dan memerlukan waktu lama dan pengobatan panjang. Beberapa dari Anda mungkin memilih untuk menghentikan pengobatan tanpa memikirkan bahwa "Sudah diterapi saja tidak kunjung membaik ..., apalagi lepas terapi ...!". Kasus seperti inilah yang dikhawatirkan mungkin 3 s/d 10 tahun lagi menjadi Kanker Serviks.

Jika Anda memang harus terkena Kanker Serviks, maka harus dipastikan bahwa itu adalah Kanker Serviks dalam stadium dini atau bahkan in-situ. Pada tahap ini tentu tindakan yang akan diperlukan akan minimal sekali, dan tetap terbuka lebar kesempatan untuk tetap menikmati hidup bersama seluruh keluarga yang dicintai dan disayangi. Dari berbagai sisi tinjauan diatas, Kami mengajak para sahabat untuk sejenak merenungkan faktor-faktor tersebut yang sedang atau telah dialami dan kemudian merancang tindakan untuk menghentikan multi hit trauma sel serviks tersebut sekarang juga.

Arikel dari: Bidadariku.Com
09.40.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Apa itu Kanker Serviks?

24 September 2011 | 22.41.00 WIB


Kanker Leher Rahim atau disebut juga Kanker Serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim.

Kanker Serviks merupakan jenis kanker yang paling banyak nomor tiga di dunia. Bahkan di Indonesia saja, setiap satu jam seorang wanita meninggal karena kanker ini, dan penyakit kanker ini dikenal sebagai pembunuh nomor satu wanita di Indonesia. Kanker Serviks disebut juga "silent killer" karena perkembangan kanker ini sangat sulit dideteksi. Perjalanan dari infeksi virus menjadi kanker membutuhkan waktu cukup lama, sekitar 10-20 tahun. Proses ini seringkali tidak disadari hingga kemudian sampai pada tahap pra-kanker tanpa gejala. 

Pada awalnya sel normal (sel yang belum terkena virus) hanya berubah intinya yang mulai membesar, sitoplasmanya berubah, organel-organel selnya berubah dan seterusnya. Bila ditemukan dalam kondisi ini sebenarnya masih terbuka sangat lebar kesempatan untuk mengembalikan bentuk sel menjadi normal kembali. Ironisnya kita tidak tahu apa yang terjadi pada sel serviks wanita saat itu. Gejala biasanya baru dapat ditemui dan dikenali ketika Kanker Serviks sudah dalam stadium lanjut. Tanda-tanda itu dapat berupa perdarahan baik spontan maupun tidak, keputihan parah, berbau terus menerus, maupun rasa nyeri atau kemeng pada panggul.

Di mulut rahim ada dua jenis sel, yaitu sel kolumnar dan sel skuamosa. Sel skuamosa ini sangat berperan dalam perkembangan Kanker Serviks. Lihat gambar di bawah untuk mendapat gambaran tentang stadium kanker serviks, klik untuk memperbesar:

Pap-smear menjadi metode deteksi dini Kanker Serviks,  dikarenakan dapat mengetahui dan mengevaluasi apa yang terjadi pada sel serviks seorang wanita.

Selama ini bila kita membicarakan Kanker Serviks seolah-olah itu adalah masalah wanita saja dan tidak terkait dengan lelaki. Bahkan dalam komunitas masyarakat tertentu dianggap wanita yang sakit sakit Kanker Serviks adalah akibat ulahnya sendiri (karma), kena santet atau kutukan. Dalam perkembangan keilmuan terkini ternyata setelah dilakukan banyak penelitian terhadap ribuan penderita Kanker Serviks didapatkan 85-95% memiliki kesamaan yaitu didapatkannya HPV (Human Palilloma Virus), virus yang ditularkan melalui hubungan seksual dengan pasangannya. Jadi fokus utama kita adalah memastikan para suami atau pasangan seksual tidak menularkan HPV. Karena itu upaya pencegahan dengan vaksinasi HPV menjadi sangat relevan untuk dilakukan meskipun biayanya oleh sebagian masyarakat masih dianggap relatif mahal.

via: kankerserviks.org, bidadariku.com dan id.wikipedia.org
22.41.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...