Tunggu bentaar aja...
   

Penyebab dan Gejala Kanker Pankreas

07 Oktober 2011 | 21.58.00 WIB


Kanker pankreas merupakan salah satu jenis kanker yang sangat serius. Kanker pankreas berkembang ketika sel-sel kanker terbentuk pada jaringan-jaringan pankreas Anda. Pankreas Anda mengeluarkan enzim yang membantu pencernaan dan hormon-hormon yang membantu mengatur metabolisme karbohidrat.


Penyebab Kanker Pankreas
Penyebabnya adalah mutasi genetik/DNA dan diketahui ada 3 hal yang dapat mengakibatkan perubahan/mutasi DNA. Keturunan, gaya hidup atau perilaku seperti merokok, dan faktor eksternal.

Beberapa faktor risiko penyebab tumor/kanker pankreas:

  • Merokok, beberapa ilmuwan memperkirakan 20%-25% kasus disebabkan oleh merokok.
  • Umur, semakin berumur semakin berisiko, lebih dari 80% kasus terjadi pada usia 60 – 80.
  • Ras/keturunan, studi di Amerika menunjukkan bahwa penderita umumnya lebih banyak berasal dari keturunan Afrika, barangkali karena faktor sosio-ekonomi dan kebiasaan merokok.
  • Gender, lebih banyak terjadi pada pria, ini juga bisa jadi karena pria lebih banyak merokok dibanding wanita.
  • Agama, beberapa kasus pada Yahudi Ashkenazi yang diduga karena mutasi genetik BRCA2 (kanker payudara) yang banyak terjadi di keluarga Yahudi Ashkenazi.
  • Pankreatitis kronis, pembengkakan pancreas (pancreatitis) yang lama bisa dihubungkan dengan kanker pankreas.
  • Diabetes, merupakan salah satu gejala dan faktor risiko.
  • Obesitas, kegemukan.
  • Banyak makan daging, cholesterol pada goreng-gorengan dan nitrosamines akan meningkatkan risiko. Banyak makan buah dan sayuran akan mengurangi risiko.
  • Genetics, termasuk gen BRCA2, FAMMM, PalB2 atau Peutz-Jeghers.
Gejala Kanker Pankreas
Berikut ini adalah beberapa diantara gejala umum kanker pankreas. Informasi ini dapat menjadi alarm bagi kita jika mengalami hal-hal sebagai berikut:
  • Pembengkakan (ascites) di perut (abdomen).
  • Nyeri di daerah abdomen.
  • Nyeri di punggung.
  • Anorexia, hilang nafsu makan.
  • Cachexia, berat badan turun dan jaringan otot berkurang.
  • Menggigil.
  • Sering kram otot.
  • Demam.
  • Gatal2 (Pruritis).
  • Jaundice (mata/kulit kekuning2an).
  • Mual.
sumber: fitzania.com

21.58.00 WIB | 1 Komentar | Selengkapnya...

Perut Langsing Kurangi Resiko Kanker Pankreas


Para wanita yang kelebihan berat terutama di bagian perut, sebaiknya ekstra waspada. Mungkin Anda bisa segera berdiet dan berolahraga untuk mengecilkannya. Penelitian terbaru menyebutkan, kecenderungan lemak berlebih di bagian tubuh tersebut memperbesar risiko hingga 70% terhadap kanker pankreas.

Studi tersebut juga membuktikan bahwa kaitan antara obesitas dan kanker terjadi sama besarnya pada perempuan dan laki-laki. Hal itu diungkap Juhua Luo dari institut Karolinska Swedia pada Jurnal Kanker Inggris seperti dilansir Kantor Berita Reuters.

“Kami menemukan risiko meningkatnya kanker pankreas terjadi pada wanita yang menderita obesitas pada masa pasca-menopouse, yang memiliki kelebihan berat di sekitar perut. Obesitas adalah masalah yang dapat dicegah, untuk itu penting bagi para wanita menyadari hal itu berisiko tinggi," jelasnya.

Kanker pankreas menempati urutan kelima yang penyebab kematian. Setidaknya 2% dari diagnosa kanker setiap tahunnya. Namun, menurut Universitas Johns Hopkins di Baltimore, yang berhasil bertahan hidup pada tahun pertama kurang dari 5%.

Hingga saat ini penyebab kanker pankreas yang terbanyak yang disebabkan oleh asap rokok dan sakit pankreas kronis. Kini semakin banyak bukti yang mengungkap bahwa risiko kanker tersebut meningkat karena faktor obesitas pada wanita dan pria.

Penelitian terbaru itu merupakan bagian dari Women's Health Initiative, yang melibatkan lebih dari 138.000 wanita yang sudah memasuki menopause di Amerika Serikat selama lebih dari tujuh tahun. Tim peneliti fokus mempelajari hubungan antara obesitas dan kanker pankreas.

Mereka menemukan 251 wanita benar-benar terkena kanker pankreas, sekitar 78 orang dari mereka memiliki pinggul besar. Setelah menyisihkan faktor lain, maka sekitar 70% dari wanita tersebut sekitar 34 orang tercatat memiliki kelebihan lemak di bagian perut terbanyak benar-benar terjangkit. Penemuan juga menunjukan bahwa kelebihan berat di sekitar perut lebih mudah diprediksi penyakit daripada indeks massa badan, ukuran obesitas.

Tim peneliti juga mengatakan, obesitas lebih berisiko terkena kanker pankreas dengan beberapa faktor lainnya seperti pemakaian insulin tingkat tertentu. Terutama, obesitas juga memperbesar kemungkinan untuk terkena penyakit diabetes. “Seperti yang kita ketahui,lemak yang berlebih pada bagian perut berhubungan dengan meningkatnya level insulin, bisa jadi hal itu menjadi penyebab antara obesitas dan kanker pankreas” terang Luo.

Beberapa penilitian sebelumnya menunjukan, obesitas meningkatkan resiko beberapa tipe kanker termasuk payudara dan usus juga serangan jantung dan kondisi lain.

sumber: https://www.facebook.com/topic.php?uid=53620308406&topic=7513
21.41.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Soda Bergula, Minuman Penyebab Kanker Pankreas


Dikuti dari ikarowina.wordpress.com - Peneliti menyatakan bahwa mereka yang mengonsumsi paling tidak dua minuman soda bergula tiap minggu berisiko 87 persen lebih besar mengalami kanker pankreas yang mematikan dibandingkan mereka yang menghindari soda.

Peneliti belum yakin apakah minuman bersoda merupakan penyebab tunggal atau karena gaya hidup tidak sehat pengguna soda. Akan tetapi, beberapa studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa minuman ringan memicu peningkatan gula darah. Hal ini membuat pankreas mengalami stres tambahan.

Kanker pankreas merupakan salah satu dari 11 jenis kanker yang paling umum dijumpai di Inggris. Kanker ini juga merupakan salah satu jenis kanker yang mematikan. Kanker ini diklaim merenggut 7.700 nyawa setiap tahunnya. 

Peningkatan gula darah
Dalam studi yang berlangsung selama 14 tahun ini, peneliti dari University of Minnesota melibatkan 16.000 laki-laki dan perempuan yang hidup di Singapura. Selama masa studi, ditemukan 140 kasus kanker pankreas.

Peneliti menemukan, partisipan yang mengonsumsi dua atau lebih minuman ringan bergula selama seminggu berisiko 87 persen lebih besar mengalami penyakit dibandingkan mereka yang tidak minum.

Menurut peneliti Dr Mark Pereira, orang-orang yang mengonsumsi minuman soda bergula secara teratur cenderung mengikuti pola diet yang lebih buruk dan gaya hidup yang tidak sehat. Pereira juga menyatakan bahwa tidak ditemukan adanya hubungan antara kanker pankreas dengan jus buah.

Akan tetapi, Pereira meyakini bahwa peningkatan kadar gula dari minuman kalengan bisa memicu penyakit pankreas.”Kadar gula tinggi dalam minuman ringan bisa meningkatkan kadar insulin dalam tubuh, yang diyakini menjadi pemicu pertumbuhan sel kanker pankreas,” tutur Pereira , seperti dikutip situs dailymail.com.

Bukti mengenai efek soda ini masih belum konsisten. Beberapa studi sebelumnya menemukan bahwa soda tidak sehat. Tapi ada juga temuan yang menyatakan sebaliknya. Meskipun begitu, Anda akan mengalami obesitas jika kelebihan asupan gula dan minuman bersoda. Dan kelebihan berat meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker usus dan kanker payudara.

Para peneliti juga mengingatkan bahwa makanan bergula bisa meningkatkan kadar gula darah yang mempengaruhi kerja pankreas. Peningkatan kadar gula darah bisa menstimulasi pertumbuhan pankreas dan hal ini bisa memicu kanker.

gambar: sheknows.com
21.22.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Ketahui dini Tanda dan Gejala Kanker Pankreas


Kanker pankreas adalah jenis kanker yang langka dan umumnya didiagnosis pada mereka yang berusia lebih dari 70 tahun. Namun, kanker ini bisa juga menyerang mereka yang lebih muda. Aktor Hollywood Patrick Swayze dan ikon teknologi Steve Jobs, misalnya, meninggal karena kanker pankreas masing-masing pada usia 57 dan 56 tahun.

Tanda-tanda dan gejala-gejalanya mungkin tidak muncul sampai penyakit ini menjadi cukup parah. Pada saat itu, kaker ini sepertinya sudah menyebar ke bagian-bagian lain tubuh dan pengangkatan kanker dengan operasi sudah tidak mungkin lagi.

  • Sakit pada perut bagian atas yang dapat menyebar ke punggung bagian tengah atau atas. Sakit ini bisa menjadi lebih parah ketika Anda makan atau ketika Anda berbaring.
  • Kehilangan nafsu makan dan kehilangan berat badan yang tidak direncanakan. Kehilangan berat badan terjadi pada kebanyakan jenis kanker sebab sel-sel kanker yang berbahaya dapat menghilangkan sel-sel nutrisi yang sehat, dan hal ini khususnya biasa terjadi pada kanker pankreas.
  • Kulit dan bagian putih mata berwarna kekuningan (jaundice). Selain itu, urine Anda akan menjadi berwarna cokelat gelap. Sekitar setengah dari orang-orang yang terkena kanker pankreas akan mengalami jaundice, yang terjadi ketika bilirubin – produk pecahan dari sel darah yang letih, terakumulasi dalam darah Anda. Secara normal, bilirubin akan diserap oleh empedu, tetapi jika tumor pankreas memblok aliran empedu, kelebihan bilirubin akan merubah warna kulit dan bagian putih mata Anda menjadi kuning.
  • Gatal. Pada kanker pankreas stadium lanjut, Anda mungkin akan merasakan rasa gatal yang hebat karena tingkat asam empedu yang tinggi terakumulasi pada kulit Anda.
  • Mual dan muntah. Pada kasus kanker pankreas yang sudah parah, tumor akan menghalangi bagian sistem pencernaan, biasanya bagian atas usus dua belas jari Anda, menyebabkan rasa mual dan muntah.
  • Masalah pencernaan. Ketika kanker mencegah pengeluaran enzim di pankreas ke usus, Anda akan kesulitan mencerna makanan, khususnya makanan yang mengandung lemak tinggi. Hal ini juga bisa menyebabkan hilangnya berat badan secara signifikan.
disadur dari: fitzania.com


10.12.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Makanan-makanan Pencegah Kanker Pankreas


Kanker Pankreas merupakan Kanker paling mematikan ke empat yang menyerang pria dan wanita. Di kalangan medis dikenal sebagai 'silent killer'. Sebanyak 38.000 orang Amerika akan terdiagnosa kanker pankreas dan 34.000 diantaranya akan mati karenanya.

Sebagaimana dilansir detikFood, agar terhindar dari penyakit mematikan ini, ada baiknya makanlah secara teratur beberapa jenis makanan sehat bernutrisi tinggi berikut ini:

Yoghurt
Probiotik atau bakteri baik pada yoghurt merupakan makanan penting untuk diet pankreas. Selain itu, nutrisi yogurt juga bisa membantu menjaga keseimbangan sistem pencernaan serta membantu mempertahankan tingkat kekebalan tubuh dan mencegah peradangan. 

Sup sayur
Makan sup sayur tanpa daging merupakan pilihan tepat. Buatlah sup sayur dengan campuran makanan yang kaya akan antioksidan seperti tomat. Sebab, kandungan antioksidan pada tomat bisa memelihara serta meningkatkan kesehatan pankreas.

Bayam
Makan bayam berupa salad atau diolah apapun, tidak hanya enak, tetapi juga nutrisi dahsyatnya mampu memelihara pankreas menjadi lebih sehat.

Blueberry
Antioksidan pada blueberry mampu membantu tubuh melawan radikal bebas yang bisa memicu sejumlah penyakit kronis lainnya. Makan buah blueberry segar secara teratur bisa memperlancar sistem pencernaan dan mencegah terjadinya kanker pankreas.

Minum atau makan buah anggur
Minum red wine secara teratur bisa membuat tubuh terhindar dari kanker. Kandungan antioksidan dan resveratrolnya mampu mencegah pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. Jika menghindari alkohol, buah anggur berwarna merah segar juga bisa jadi pilihan baik yang sama khasiatnya.

Tahu
Penyebab utama kanker pankreas ialah aliran darah yang tidak lancar karena saluran pencernaan mengandung kadar lemak tinggi. Karena itu, cobalah untuk tidak banyak makan daging dan menggantinya dengan tahu. Protein nabati pada tahu sama baiknya dengan daging merah.

Jamur reishi merah
Jenis jamur ini baik untuk keseimbangan sistem kekebalan tubuh dan bisa mencegah terjadinya peradangan serta menghambat pertumbuhan sel kanker.

Diet rendah lemak
Agar tubuh terhindar dari penyakit kanker, cobalah terapkan diet rendah lemak dengan mencukupi kebutuhan lemak pada tubuh tidak lebih dari 40g setiap harinya. Selain itu, hindari mengkonsumsi kafein, tembakau, makanan pedas, mentega, keju, gorengan, daging, alkohol, serta makanan yang mengandung gas tinggi secara berlebih agar terhindar dari peradagan pankreas
06.53.00 WIB | 1 Komentar | Selengkapnya...

Cegah Kanker dengan Kulit Kentang Kleci

25 September 2011 | 20.11.00 WIB

Kentang kleci atau Coleus tuberosus adalah kentang berkulit hitam sebesar ibu jari yang banyak ditemui di pasar-pasar tradisional. Jenis umbi ini biasanya hanya dikukus untuk dikonsumsi atau campuran dalam sayuran. Namun ternyata, umbi kecil ini mengandung senyawa antioksidan dan antiproliferasi (antiperbanyakan sel kanker) golongan Triterpenic acid.

Mahasiswi S3 UGM, Mutiara Nugraheni, berhasil menemukan khasiat kulit kentang kleci sebagai pencegah tumbuhnya sel kanker. Temuan baru ini membuktikkan bahwa secara ilmiah umbi khususnya kentang hitam memiliki komponen-komponen fungsional dalam penyembuhan penyakit. 

Mutiara menjelaskan, dari hasil penelitiannya berhasil ditemukan senyawa triterpenic acid yang berupa ursolic acid (UA) dan oleanolic acid (OA). Dari penelitiannya, Mutiara telah melakukan uji aktivitas antiproliferasi terhadap ekstrak umbi kentang hitam, khususnya bagian kulit dan daging dengan sel kanker payudara MCF-7 (Michigan Cancer Foundation-7). Dengan menggunakan metode MTT Assay, sel kanker tersebut ditempatkan dalam sumuran plat kemudian diberi ekstrak umbi kentang hitam berbagai konsentrasi. "Sel kanker tersebut diinkubasi selama 72 jam dengan diberi tambahan reagen MTT dengan pengukuran tingkat viabilitas sel dengan ELISA Reader," ungkap Umar Santoso yang menjadi promotor penelitian mahasiswi Prodi Studi Ilmu Pangan Fakultas Teknologi Pertanian UGM ini. 

Ternyata, dari hasil mikroskopik menunjukkan bahwa sel kanker mengalami kerusakan morfologi, fragmentasi DNA, dan kematian sel-sel kanker. Bahkan diketahui pula, bahwa kandungan ursolic acid dan oleanolic acid di kulit umbi ini lebih tinggi dibandingkan dengan dagingnya. Hasil temuan baru dari pengobatan kanker ini telah dipublikasikan di tiga jurnal internasional yaitu International Food Research Journal, African Journal of Food Science, serta Jornal of Medicine Plants Research.

20.11.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...