Tunggu bentaar aja...
   

10 Gejala Kanker yang Harus diwaspadai Perempuan

17 Oktober 2011 | 08.48.00 WIB

Perempuan perlu mewaspadai setiap perubahan fisik karena dapat menjadi tanda dari suatu penyakit, khususnya jika mengarah pada gejala kanker. Sedikitnya ada 10 gejala atau perubahan fisik yang bisa mengindikasikan kanker pada perempuan.

Melakukan berbagai pemeriksaan rutin, seperti pemeriksaan pap smear dan mammografi sangat penting untuk deteksi dini jika ada perkembangan suatu kelainan atau penyakit. Kira-kira perubahan fisik atau gejala apa saja yang perlu diperhatikan oleh para wanita?

Seperti dikutip dari WebMD, Sabtu (15/10/2011), menurut para ahli 10 gejala yang sebaiknya tidak diabaikan oleh wanita, antara lain:

1. Perubahan payudara
"Jika merasa terdapat benjolan pada payudara, sebaiknya tidak mengabaikan hal tersebut, bahkan jika hasil mammografi normal," kata Carolyn Runowicz, MD, seorang profesor kebidanan dan ginekologi dari Florida International University's Herbert Wertheim College of Medicine dan mantan presiden dari American Cancer Society. 

Jika puting payudara mengelupas, hal tersebut dapat mengindikasikan penyakit Paget yang berhubungan dengan sekitar 95 persen kasus kanker. Puting payudara yang mengeluarkan darah atau cairan tertentu seperti nanah juga harus segera diperiksakan karena dapat mengarah pada kanker payudara.

2. Perdarahan pascamenopause yang tidak teratur
Pendarahan pascamenopause merupakan tanda peringatan karena dapat mengindikasikan sesuatu seperti polip jinak pada endometrium atau sesuatu yang lebih serius seperti kanker endometrium atau serviks.

Perdarahan yang tidak seperti biasanya seperti bercak di luar siklus normal menstruasi juga harus diperhatikan. Saat menopause, perdarahan abnormal sering dikaitkan dengan perubahan hormon, meskipun masalah yang lebih serius dapat menjadi penyebab.

3. Perdarahan rektal
Kanker usus besar adalah urutan ketiga kanker yang paling sering terjadi pada wanita. Darah merah atau gelap yang menyertai feses, harus mendapatkan perhatian. Jika mengalami berak darah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

4. Keluarnya cairan dari vagina
Cairan kotor dan bau yang keluar dari vagina dapat menjadi tanda dan gejala dari kanker serviks. Cairan tersebut mungkin dapat mengandung darah dan mungkin terjadi antara siklus menstruasi atau setelah menopause. Jika hal tersebut sering terjadi, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

5. Perut sering merasa kembung
Kanker ovarium memiliki gejala yang jelas, salah satunya yang paling sering terjadi adalah kembung. Gejala lainnya di antaranya, perubahan pada kebiasaan usus atau kandung kemih, seperti kencing lebih sering. Selain itu juga dapat terjadi gejala yaitu nyeri panggul.

6. Peningkatan atau penurunan berat badan secara drastis
Menurut American Cancer Society, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan dan drastis hingga 10 kg atau lebih dapat merupakan tanda pertama dari kanker. Tanda tersebut seringkali dikaitkan dengan kanker pankreas, perut, kerongkongan, atau paru-paru. Jika tanda tersebut terjadi sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

7. Batuk terus-menerus
Jika terjadi batuk terus-menerus yang berlangsung hingga lebih dari 2 atau 3 minggu dan bukan karena infeksi pernapasan atas atau alergi, atau jika batuk dengan dahak yang disertai dengan darah, perlu segera periksa ke dokter. Batuk akibat rokok, baik sebagai perokok pasif maupun aktif juga merupakan faktor risiko kanker.

8. Perubahan pada kelenjar getah bening
Jika merasa kelenjar getah bening di leher atau di bawah lengan berubah menjadi keras, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Bengkak pada kelenjar getah bening seringkali merupakan hasil dari infeksi. Namun limfoma, kanker paru-paru, kanker payudara, atau kanker leher yang telah menyebar juga dapat memunculkan gejala bengkaknya kelenjar getah bening.

9. Kelelahan
Tanda kelelahan yang harus diwaspadai sulit untuk diidentifikasi, namun American Cancer Society mendefinisikannya sebagai kelelahan ekstrem yang tidak dapat berkurang atau membaik dengan istirahat. Jika terus-menerus merasa lelah, segera periksakan diri ke dokter. Leukemia, kanker usus besar, atau kanker perut, merupakan jenis kanker yang dapat menyebabkan kehilangan darah. Sehingga dapat menyebabkan kelelahan.

10. Perubahan pada kulit
Setiap perubahan pada kulit perlu diwaspadai jika sifatnya ekstrem dan tampak mengkhawatirkan, contohnya luka di mulut yang tidak segera sembuh terutama pada perokok atau orang yang sering mengonsumsi alkohol. Hal tersebut mungkin merupakan tanda kanker mulut dan harus diperiksa oleh dokter.

Perubahan pada tahi lalat atau lesi berpigmen pada kulit juga dapat menandakan kanker.

Sepuluh tanda dan gejala diatas harus diperhatikan dan sebaiknya diwaspadai, sehingga sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter jika terjadi gejala-gejala tersebut. Diagnosis dini mempengaruhi keberhasilan penyembuhan suatu penyakit.
sumber: detik
08.48.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Makan 3 Telur Sehari Picu Kanker Prostat

14 Oktober 2011 | 06.07.00 WIB


Dalam sebutir telur terdapat beragam nutrisi penting mulai dari protein, vitamin, mineral, antioksidan, dan lemak baik. Namun sebuah riset terbaru mengklaim, makan tiga telur dalam seminggu secara signifikan dapat meningkatkan risiko seorang pria meninggal akibat kanker prostat.

Para peneliti menemukan bahwa pria yang mengkonsumsi lebih dari 2,5 butir telur setiap minggunya berpeluang mengidap kanker prostat sebesar 81 persen.

Menurut mereka, kerusakan mungkin disebabkan oleh kandungan sejumlah besar kolesterol atau kolin (nutrisi yang membantu sel berfungsi dengan baik) yang ditemukan dalam telur. Temuan tersebut berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh tim peneliti asal Harvard School of Public Health, Boston, yang meneliti kebiasaan makan 27.000 orang selama periode 14 tahun.

Hasil penelitian tidak menemukan adanya hubungan yang signifikan antara jumlah daging yang dikonsumsi dengan risiko tumor. Tetapi jumlah kematian yang tinggi akibat kanker justru ditemukan pada mereka yang mengaku banyak mengonsumsi telur.
06.07.00 WIB | 1 Komentar | Selengkapnya...

Kitosan-Kurkumin Obat Anti Kanker Baru

09 Oktober 2011 | 20.51.00 WIB


Para peneliti Fakultas Farmasi, UGM, Yogyakarta, tahun 2003 memperoleh paten Pentagamavunon-0 di Amerika Serikat, yaitu sebuah senyawa hasil modifikasi kurkumin penghambat sel kanker. Kini dikembangkan kitosan nanopartikel untuk membawa kurkumin agar lebih efektif menyasar sel-sel kanker.

Ini (modifikasi kurkumin) menjadi obat antikanker dengan kombinasi kitosan yang melapisi kurkumin dalam ukuran nanopartikel,” kata dosen dan peneliti pada Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Ronny Martien, Kamis (23/6/2011), setelah menerima penghargaan dan dana bantuan penelitian dari Biro Oktroi dan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) di Jakarta.

Ronny merupakan satu di antara empat peneliti muda lainnya yang diberi hibah dana penelitian oleh Biro Oktroi dan AIPI. Ronny mengajukan usulan penelitian bidang Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati
.
Judul penelitiannya ”Pemanfaatan Kitosan dalam Meningkatkan Bioavailibilitas Senyawa Pentagamavunon-0 (PGV-0) sebagai Obat Analgetik-Antiinflamasi dengan Formulasi Nanopartikel”.

PGV-0 merupakan turunan analog kurkumin yang diperoleh dari rimpang kunyit dan temulawak. Menurut Ronny, PGV-0 diteliti UGM bekerja sama dengan Belanda.

Lalu, PGV-0 dipatenkan di AS dengan Nomor Paten US-6.777. 447B2. Ini mengingat banyak dilakukan riset kurkumin di negara ini dan telah menghasilkan beberapa paten pula. Kurkumin itu diperoleh dari kunyit dan temulawak yang banyak diekspor Indonesia ke AS.

PGV-0 terbukti memiliki kemampuan menghambat enzim cyclooxygenase (COX-2) yang terdapat pada sel-sel kanker. Ekspresi enzim COX-2 cenderung terus meningkat di dalam sel kanker sehingga harus dihambat untuk proses penyembuhannya.

”PGV-0 sebagai obat antikanker juga punya kelemahan berupa tingkat keterlarutan dalam air yang tergolong rendah sehingga perlu dikombinasikan dengan kitosan dengan keterlarutan di dalam air yang tinggi,” kata Ronny.

Melimpah
Ronny mengemukakan, obat antikanker dengan teknologi nanopartikel ini ditempuh melalui enkapsulasi kurkumin dengan kitosan berukuran 2-5 nanometer. Ketersediaan bahan baku untuk kurkumin dan kitosan melimpah sehingga berpeluang menjadi obat murah.

”Ada dua cara untuk menjadikan kitosan dan kurkumin ini memiliki ukuran nanopartikel,” kata Ronny.
Kedua metode itu meliputi top down dan bottom up. Metode top down menggunakan prinsip fisika dengan peralatan homogeniser yang belum ada di Indonesia dan biayanya menjadi relatif mahal. Metode bottom up pada prinsipnya ditempuh proses secara kimia dengan mencampurkan kitosan dan kurkumin tersebut.

”Saat ini belum ada industri yang menyatakan ingin bekerja sama untuk mengembangkan riset ini dan memproduksi obatnya di kemudian hari,” katanya.
Menurut dia, kelimpahan bahan baku merupakan modal utama pengembangan obat itu pada masa depan. PGV-0 mudah diperoleh dari kurkumin rimpang kunyit dan temulawak yang memiliki habitat cocok di wilayah tropis di Indonesia.

Kitosan terbuat dari kitin yang terkandung di dalam cangkang udang-udangan, termasuk cangkang kepiting. Cangkang udang, misalnya, diperkirakan mencakup 30-70 persen bagian dari tubuh udang sendiri sehingga cangkang menjadi limbah yang melimpah.

Melalui proses pemurnian, cangkang akan menghasilkan kitin sebagai senyawa aminopolisakarida yang mampu mengikat 4-5 kali berat lemak ketimbang berat kitin itu sendiri. Untuk menjadikan kitin sebagai kitosan, ditempuh melalui proses hidrolisis kitin dengan asam dan basa.

Kitosan merupakan kitin yang telah dihilangkan gugus asetilnya, lalu menyisakan gugus amina bebas yang menjadikan kitosan bersifat polikationik atau ion bermuatan positif.

”Karena muatan kitosan yang positif ini bisa ditempelkan dengan kurkumin yang bermuatan negatif,” kata Ronny.

Obat antikanker dengan kombinasi kitosan dan kurkumin—lebih tepatnya adalah PGV-O dengan ukuran nanopartikel—ini dimasukkan secara oral ke tubuh penderita.

Obat nanopartikel ini selanjutnya mudah diserap dan masuk ke pembuluh darah dan jaringan sel. Obat akan bekerja ketika menjumpai sel-sel kanker, terutama menghambat enzim COX-2 pada sel-sel kanker.

”Kurkumin dalam hal ini sebagai drug atau obat yang ingin diantar dengan kitosan nanopartikel,” kata Ronny.
Pada pengembangannya nanti, drug itu bisa diubah apa saja sesuai kebutuhan pasien. Obat dengan ukuran nanopartikel akan mengurangi dosis, tetapi Ronny mengakui, hasil penelitiannya belum mencapai presisi target.

”Para peneliti farmasi di dunia sekarang sedang mengejar metode pencapaian target penyakit secara presisi untuk diobati dengan obat nanopartikel ini,” ujar Ronny.

Kelimpahan bahan baku obat nanopartikel menjadi modal utama. Namun, ketekunan dan keseriusan semua pihak untuk mendukung riset ini tak kalah penting. Bahkan, amat penting.

sumber: kompas
20.51.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Penyebab dan Gejala Kanker Pankreas

07 Oktober 2011 | 21.58.00 WIB


Kanker pankreas merupakan salah satu jenis kanker yang sangat serius. Kanker pankreas berkembang ketika sel-sel kanker terbentuk pada jaringan-jaringan pankreas Anda. Pankreas Anda mengeluarkan enzim yang membantu pencernaan dan hormon-hormon yang membantu mengatur metabolisme karbohidrat.


Penyebab Kanker Pankreas
Penyebabnya adalah mutasi genetik/DNA dan diketahui ada 3 hal yang dapat mengakibatkan perubahan/mutasi DNA. Keturunan, gaya hidup atau perilaku seperti merokok, dan faktor eksternal.

Beberapa faktor risiko penyebab tumor/kanker pankreas:

  • Merokok, beberapa ilmuwan memperkirakan 20%-25% kasus disebabkan oleh merokok.
  • Umur, semakin berumur semakin berisiko, lebih dari 80% kasus terjadi pada usia 60 – 80.
  • Ras/keturunan, studi di Amerika menunjukkan bahwa penderita umumnya lebih banyak berasal dari keturunan Afrika, barangkali karena faktor sosio-ekonomi dan kebiasaan merokok.
  • Gender, lebih banyak terjadi pada pria, ini juga bisa jadi karena pria lebih banyak merokok dibanding wanita.
  • Agama, beberapa kasus pada Yahudi Ashkenazi yang diduga karena mutasi genetik BRCA2 (kanker payudara) yang banyak terjadi di keluarga Yahudi Ashkenazi.
  • Pankreatitis kronis, pembengkakan pancreas (pancreatitis) yang lama bisa dihubungkan dengan kanker pankreas.
  • Diabetes, merupakan salah satu gejala dan faktor risiko.
  • Obesitas, kegemukan.
  • Banyak makan daging, cholesterol pada goreng-gorengan dan nitrosamines akan meningkatkan risiko. Banyak makan buah dan sayuran akan mengurangi risiko.
  • Genetics, termasuk gen BRCA2, FAMMM, PalB2 atau Peutz-Jeghers.
Gejala Kanker Pankreas
Berikut ini adalah beberapa diantara gejala umum kanker pankreas. Informasi ini dapat menjadi alarm bagi kita jika mengalami hal-hal sebagai berikut:
  • Pembengkakan (ascites) di perut (abdomen).
  • Nyeri di daerah abdomen.
  • Nyeri di punggung.
  • Anorexia, hilang nafsu makan.
  • Cachexia, berat badan turun dan jaringan otot berkurang.
  • Menggigil.
  • Sering kram otot.
  • Demam.
  • Gatal2 (Pruritis).
  • Jaundice (mata/kulit kekuning2an).
  • Mual.
sumber: fitzania.com

21.58.00 WIB | 1 Komentar | Selengkapnya...

Perut Langsing Kurangi Resiko Kanker Pankreas


Para wanita yang kelebihan berat terutama di bagian perut, sebaiknya ekstra waspada. Mungkin Anda bisa segera berdiet dan berolahraga untuk mengecilkannya. Penelitian terbaru menyebutkan, kecenderungan lemak berlebih di bagian tubuh tersebut memperbesar risiko hingga 70% terhadap kanker pankreas.

Studi tersebut juga membuktikan bahwa kaitan antara obesitas dan kanker terjadi sama besarnya pada perempuan dan laki-laki. Hal itu diungkap Juhua Luo dari institut Karolinska Swedia pada Jurnal Kanker Inggris seperti dilansir Kantor Berita Reuters.

“Kami menemukan risiko meningkatnya kanker pankreas terjadi pada wanita yang menderita obesitas pada masa pasca-menopouse, yang memiliki kelebihan berat di sekitar perut. Obesitas adalah masalah yang dapat dicegah, untuk itu penting bagi para wanita menyadari hal itu berisiko tinggi," jelasnya.

Kanker pankreas menempati urutan kelima yang penyebab kematian. Setidaknya 2% dari diagnosa kanker setiap tahunnya. Namun, menurut Universitas Johns Hopkins di Baltimore, yang berhasil bertahan hidup pada tahun pertama kurang dari 5%.

Hingga saat ini penyebab kanker pankreas yang terbanyak yang disebabkan oleh asap rokok dan sakit pankreas kronis. Kini semakin banyak bukti yang mengungkap bahwa risiko kanker tersebut meningkat karena faktor obesitas pada wanita dan pria.

Penelitian terbaru itu merupakan bagian dari Women's Health Initiative, yang melibatkan lebih dari 138.000 wanita yang sudah memasuki menopause di Amerika Serikat selama lebih dari tujuh tahun. Tim peneliti fokus mempelajari hubungan antara obesitas dan kanker pankreas.

Mereka menemukan 251 wanita benar-benar terkena kanker pankreas, sekitar 78 orang dari mereka memiliki pinggul besar. Setelah menyisihkan faktor lain, maka sekitar 70% dari wanita tersebut sekitar 34 orang tercatat memiliki kelebihan lemak di bagian perut terbanyak benar-benar terjangkit. Penemuan juga menunjukan bahwa kelebihan berat di sekitar perut lebih mudah diprediksi penyakit daripada indeks massa badan, ukuran obesitas.

Tim peneliti juga mengatakan, obesitas lebih berisiko terkena kanker pankreas dengan beberapa faktor lainnya seperti pemakaian insulin tingkat tertentu. Terutama, obesitas juga memperbesar kemungkinan untuk terkena penyakit diabetes. “Seperti yang kita ketahui,lemak yang berlebih pada bagian perut berhubungan dengan meningkatnya level insulin, bisa jadi hal itu menjadi penyebab antara obesitas dan kanker pankreas” terang Luo.

Beberapa penilitian sebelumnya menunjukan, obesitas meningkatkan resiko beberapa tipe kanker termasuk payudara dan usus juga serangan jantung dan kondisi lain.

sumber: https://www.facebook.com/topic.php?uid=53620308406&topic=7513
21.41.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Soda Bergula, Minuman Penyebab Kanker Pankreas


Dikuti dari ikarowina.wordpress.com - Peneliti menyatakan bahwa mereka yang mengonsumsi paling tidak dua minuman soda bergula tiap minggu berisiko 87 persen lebih besar mengalami kanker pankreas yang mematikan dibandingkan mereka yang menghindari soda.

Peneliti belum yakin apakah minuman bersoda merupakan penyebab tunggal atau karena gaya hidup tidak sehat pengguna soda. Akan tetapi, beberapa studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa minuman ringan memicu peningkatan gula darah. Hal ini membuat pankreas mengalami stres tambahan.

Kanker pankreas merupakan salah satu dari 11 jenis kanker yang paling umum dijumpai di Inggris. Kanker ini juga merupakan salah satu jenis kanker yang mematikan. Kanker ini diklaim merenggut 7.700 nyawa setiap tahunnya. 

Peningkatan gula darah
Dalam studi yang berlangsung selama 14 tahun ini, peneliti dari University of Minnesota melibatkan 16.000 laki-laki dan perempuan yang hidup di Singapura. Selama masa studi, ditemukan 140 kasus kanker pankreas.

Peneliti menemukan, partisipan yang mengonsumsi dua atau lebih minuman ringan bergula selama seminggu berisiko 87 persen lebih besar mengalami penyakit dibandingkan mereka yang tidak minum.

Menurut peneliti Dr Mark Pereira, orang-orang yang mengonsumsi minuman soda bergula secara teratur cenderung mengikuti pola diet yang lebih buruk dan gaya hidup yang tidak sehat. Pereira juga menyatakan bahwa tidak ditemukan adanya hubungan antara kanker pankreas dengan jus buah.

Akan tetapi, Pereira meyakini bahwa peningkatan kadar gula dari minuman kalengan bisa memicu penyakit pankreas.”Kadar gula tinggi dalam minuman ringan bisa meningkatkan kadar insulin dalam tubuh, yang diyakini menjadi pemicu pertumbuhan sel kanker pankreas,” tutur Pereira , seperti dikutip situs dailymail.com.

Bukti mengenai efek soda ini masih belum konsisten. Beberapa studi sebelumnya menemukan bahwa soda tidak sehat. Tapi ada juga temuan yang menyatakan sebaliknya. Meskipun begitu, Anda akan mengalami obesitas jika kelebihan asupan gula dan minuman bersoda. Dan kelebihan berat meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker usus dan kanker payudara.

Para peneliti juga mengingatkan bahwa makanan bergula bisa meningkatkan kadar gula darah yang mempengaruhi kerja pankreas. Peningkatan kadar gula darah bisa menstimulasi pertumbuhan pankreas dan hal ini bisa memicu kanker.

gambar: sheknows.com
21.22.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Ketahui dini Tanda dan Gejala Kanker Pankreas


Kanker pankreas adalah jenis kanker yang langka dan umumnya didiagnosis pada mereka yang berusia lebih dari 70 tahun. Namun, kanker ini bisa juga menyerang mereka yang lebih muda. Aktor Hollywood Patrick Swayze dan ikon teknologi Steve Jobs, misalnya, meninggal karena kanker pankreas masing-masing pada usia 57 dan 56 tahun.

Tanda-tanda dan gejala-gejalanya mungkin tidak muncul sampai penyakit ini menjadi cukup parah. Pada saat itu, kaker ini sepertinya sudah menyebar ke bagian-bagian lain tubuh dan pengangkatan kanker dengan operasi sudah tidak mungkin lagi.

  • Sakit pada perut bagian atas yang dapat menyebar ke punggung bagian tengah atau atas. Sakit ini bisa menjadi lebih parah ketika Anda makan atau ketika Anda berbaring.
  • Kehilangan nafsu makan dan kehilangan berat badan yang tidak direncanakan. Kehilangan berat badan terjadi pada kebanyakan jenis kanker sebab sel-sel kanker yang berbahaya dapat menghilangkan sel-sel nutrisi yang sehat, dan hal ini khususnya biasa terjadi pada kanker pankreas.
  • Kulit dan bagian putih mata berwarna kekuningan (jaundice). Selain itu, urine Anda akan menjadi berwarna cokelat gelap. Sekitar setengah dari orang-orang yang terkena kanker pankreas akan mengalami jaundice, yang terjadi ketika bilirubin – produk pecahan dari sel darah yang letih, terakumulasi dalam darah Anda. Secara normal, bilirubin akan diserap oleh empedu, tetapi jika tumor pankreas memblok aliran empedu, kelebihan bilirubin akan merubah warna kulit dan bagian putih mata Anda menjadi kuning.
  • Gatal. Pada kanker pankreas stadium lanjut, Anda mungkin akan merasakan rasa gatal yang hebat karena tingkat asam empedu yang tinggi terakumulasi pada kulit Anda.
  • Mual dan muntah. Pada kasus kanker pankreas yang sudah parah, tumor akan menghalangi bagian sistem pencernaan, biasanya bagian atas usus dua belas jari Anda, menyebabkan rasa mual dan muntah.
  • Masalah pencernaan. Ketika kanker mencegah pengeluaran enzim di pankreas ke usus, Anda akan kesulitan mencerna makanan, khususnya makanan yang mengandung lemak tinggi. Hal ini juga bisa menyebabkan hilangnya berat badan secara signifikan.
disadur dari: fitzania.com


10.12.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Makanan-makanan Pencegah Kanker Pankreas


Kanker Pankreas merupakan Kanker paling mematikan ke empat yang menyerang pria dan wanita. Di kalangan medis dikenal sebagai 'silent killer'. Sebanyak 38.000 orang Amerika akan terdiagnosa kanker pankreas dan 34.000 diantaranya akan mati karenanya.

Sebagaimana dilansir detikFood, agar terhindar dari penyakit mematikan ini, ada baiknya makanlah secara teratur beberapa jenis makanan sehat bernutrisi tinggi berikut ini:

Yoghurt
Probiotik atau bakteri baik pada yoghurt merupakan makanan penting untuk diet pankreas. Selain itu, nutrisi yogurt juga bisa membantu menjaga keseimbangan sistem pencernaan serta membantu mempertahankan tingkat kekebalan tubuh dan mencegah peradangan. 

Sup sayur
Makan sup sayur tanpa daging merupakan pilihan tepat. Buatlah sup sayur dengan campuran makanan yang kaya akan antioksidan seperti tomat. Sebab, kandungan antioksidan pada tomat bisa memelihara serta meningkatkan kesehatan pankreas.

Bayam
Makan bayam berupa salad atau diolah apapun, tidak hanya enak, tetapi juga nutrisi dahsyatnya mampu memelihara pankreas menjadi lebih sehat.

Blueberry
Antioksidan pada blueberry mampu membantu tubuh melawan radikal bebas yang bisa memicu sejumlah penyakit kronis lainnya. Makan buah blueberry segar secara teratur bisa memperlancar sistem pencernaan dan mencegah terjadinya kanker pankreas.

Minum atau makan buah anggur
Minum red wine secara teratur bisa membuat tubuh terhindar dari kanker. Kandungan antioksidan dan resveratrolnya mampu mencegah pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. Jika menghindari alkohol, buah anggur berwarna merah segar juga bisa jadi pilihan baik yang sama khasiatnya.

Tahu
Penyebab utama kanker pankreas ialah aliran darah yang tidak lancar karena saluran pencernaan mengandung kadar lemak tinggi. Karena itu, cobalah untuk tidak banyak makan daging dan menggantinya dengan tahu. Protein nabati pada tahu sama baiknya dengan daging merah.

Jamur reishi merah
Jenis jamur ini baik untuk keseimbangan sistem kekebalan tubuh dan bisa mencegah terjadinya peradangan serta menghambat pertumbuhan sel kanker.

Diet rendah lemak
Agar tubuh terhindar dari penyakit kanker, cobalah terapkan diet rendah lemak dengan mencukupi kebutuhan lemak pada tubuh tidak lebih dari 40g setiap harinya. Selain itu, hindari mengkonsumsi kafein, tembakau, makanan pedas, mentega, keju, gorengan, daging, alkohol, serta makanan yang mengandung gas tinggi secara berlebih agar terhindar dari peradagan pankreas
06.53.00 WIB | 1 Komentar | Selengkapnya...

6 Kebiasaan Pencegah Kanker Payudara

29 September 2011 | 17.57.00 WIB


KOMPAS.com - Kanker payudara  merupakan jenis kanker dengan jumlah kasus terbanyak di dunia, sekaligus penyebab kematian terbesar. Sebagian besar penderita baru terdeteksi di stadium lanjut karena kanker tidak bergejala. 

Semakin bertambahnya usia, makin besar pula risiko seorang perempuan terkena kanker. Hal ini tentu membuat kita khawatir. Meski begitu, kita bisa mengubah ketakutan menjadi sebuah tindakan nyata untuk mencegah penyakit yang jadi momok kaum wanita ini. 

1. Aktif bergerak
Tidak ada kata tua untuk mulai berolahraga. Penelitian menyebutkan, olahraga akan menurunkan kadar hormon estrogen, yang berkaitan dengan kanker. Lakukan olahraga minimal 30 menit sehari. 

2. Kurangi berat badan
Setelah menopause, perempuan yang obesitas punya risiko lebih besar terkena kanker payudara dibanding rekannya yang punya berat badan normal. Meski begitu, kenaikan bobot tubuh pada wanita yang tadinya beratnya ideal juga mendatangkan risiko yang sama.

3. Cukupi kebutuhan vitamin D
Studi yang menegaskan manfaat vitamin D sebagai anti-kanker terus bermunculan. Yang terakhir menyebutkan, 94 persen pasien kanker payudara yang kekurangan vitamin D, kankernya lebih cepat menyebar dibanding mereka yang cukup vitamin D.

4. Batasi alkohol
Data terbaru dari National Cancer Institute menunjukkan perempuan yang minum satu atau dua gelas alkohol setiap hari memiliki risiko terkena kanker payudara 32 persen lebih besar. Para ahli menyarankan untuk membatasi alkohol tidak lebih dari satu gelas per hari.

5. Perhatikan gejalanya
Gejala awal kanker payudara dapat berupa benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya, tidak menimbulkan nyeri, dan biasanya memiliki pinggiran tidak teratur. Tanda lain yang mungkin timbul adalah benjolandi ketiak, perubahan ukuran atau bentuk payudara, keluar cairan yang abnormal dari puting susu, dan perubahan warna atau tekstur kulit payudara.

6. Lakukan deteksi dini 
Skrining dan deteksi dini sebetulnya dapat secara signifikan menurunkan stadium pada temuan kasus kanker payudara. Selain mamografi, pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) yang dapat diajarkan, kemudian dipraktikkan sendiri oleh perempuan, jika dilakukan secara teratur bisa mendeteksi tumor 1,2 sentimeter.
17.57.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Periksa Payudara Sendiri - Cegah Kanker Payudara

28 September 2011 | 20.14.00 WIB


Berikut tips-tips dari kami sebagaimana ditulis oleh kankerpayudara.org. dibawah ini terdapat gambar yang disertai cara-cara bagaimana memeriksa payudara sendiri. Klik gambar untuk memperbesar:

Tambahan:
  • Biasakan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin tiap bulan. Tujuannya agar Anda menjadi "akrab" dengan payudara sendiri. Lakukan pemeriksaan beberapa hari setelah fase menstruasi selesai. Jika Anda sudah tidak mengalami siklus haid, pilih satu tanggal di setiap bulan dan selalu lakukan pemeriksaan di tanggal tersebut.
  • Jangan langsung panik jika Anda merasakan benjolan. Kebanyakan wanita memiliki beberapa area yang memang menonjol secara alami di payudara mereka.
  • Payudara memiliki sejumlah area dengan karakteristik berbeda. Misalnya bagian luar atas (dekat ketiak) kemungkinan besar memiliki gumpalan dan benjolan. Bagian bawah mungkin terasa seperti pantai berpasir/berbatu. Area di bawah puting dapat terasa seperti kumpulan biji-bijian. Bagian lain mungkin terasa berbeda. Yang penting Anda memahami karakteristik dari setiap area. Perhatikan apakah ada hal abnormal di area tertentu. Misalnya, di area yang biasanya terasa seperti pantai pasir, apakah terasa ada tonjolan seperti batu? Ini merupakan hal abnormal dan harus menjadi perhatian. Jika ada perubahan yang mencurigakan dan bertahan selama satu bulan penuh atau menjadi tambah parah seiring dengan waktu, segera konsultasi ke dokter!
  • Buat sebuah diary / jurnal untuk merekam hasil pemeriksaan Anda. Rekaman ini dapat berupa "peta payudara" Anda, lengkap dengan catatan kapan dan di mana Anda merasakan keanehan pada payudara. Terlebih pada masa-masa awal, jurnal ini dapat membantu Anda untuk mengingat hal apa yang dapat dianggap normal pada payudara Anda. Terkadang tiba-tiba muncul benjolan, tapi kemudian menghilang lagi. Hal ini normal karena tubuh Anda berubah seiring siklus menstruasi. Tapi jika ada perubahan yang tidak hilang setelah satu bulan penuh, atau justru bertambah parah, hal tersebut jelas abnormal dan harus segera ditangani oleh dokter.
20.14.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Penyebab dan Gejala Kanker Payudara

Bagi Anda khususnya para Remaja tentunya tidak ingin kan terkena Kanker Payudara? Jika kanker payudara diketahui sejak dini, jaringan yang terkena kanker dapat dibuang. Berikut beberapa Penyebab dan Gejala Kanker Payudara. Mudah-mudahan informasi berikut dapat membantu Anda. Salam sehat Indonesia!

Gejala
Kadang meskipun di tubuhnya telah tumbuh kanker dia tidak merasakan gejala apapun. atau bisa juga ditubuhnya menunjukkan gejala tersebut tetapi bukan karena kanker payudara, tapi akibat kondisi medis lain. Apabila Anda mempunyai gejala dibawah ini dan merasa sangat khawatir, sebaiknya segera ke dokter.
Adapun tanda-tanda atau gejalanya antara lain :
  • Bentuk puting berubah ( bisa masuk kedalam, atau terasa sakit terus-menerus), mengeluarkan cairan / darah
  • Ada perubahan pada kulit payudara diantaranya berkerut, iritasi, seperti kulit jeruk
  • Adanya benjolan-benjolan kecil
  • Ada luka dipayudara yang sulit sembuh
  • Payudara terasa panas, memerah dan bengkak
  • Terasa sakit / nyeri ( bisa juga ini bukan sakit karena kanker, tapi tetap harus diwaspadai )
  • Terasa sangat gatal didaerah sekitar puting
  • Payudara mengeluarkan darah atau cairan yang lain, padahal Anda tidak menyusui
  • Ada benjolan yang keras di payudara. Benjolan yang keras itu tidak bergerak ( terfiksasi ) dan biasanya pada awal-awalnya tidak terasa sakit
  • Apabila benjolan itu kanker, pada awal biasanya hanya pada 1 payudara
Tanda kanker payudara yang paling jelas adalah adanya borok (ulkus) pada payudara. Seiring dengan berjalannya waktu, borok ini akan menjadi semakin besar dan mendalam sehingga dapat menghancurkan seluruh payudara. Gejala lainnya adalah payudara sering berbau busuk dan mudah berdarah.

Sedangkan untuk gejala kanker payudara stadium lanjut, berikut adalah kutipan dari Wikipedia:
  • Terdapat edema luas pada kulit payudara (lebih 1/3 luas kulit payudara);
  • Adanya nodul satelit pada kulit payudara;
  • Kanker payudara jenis mastitis karsinimatosa;
  • Terdapat model parasternal;
  • Terdapat nodul supraklavikula;
  • Adanya edema lengan;
  • Adanya metastase jauh;
  • Terdapat dua dari tanda-tanda locally advanced, yaitu ulserasi kulit, edema kulit, kulit terfiksasi pada dinding toraks, kelenjar getah bening aksila berdiameter lebih 2,5 cm, dan kelenjar getah bening aksila melekat satu sama lain.
Penyebab
Secara pasti belum diketahui, Hanya bisa ditandai pada wanita yang mempunyai factor resiko dibawah ini :
  • Umur diatas 30 tahun ( sekarang, dibawah 20 tahun juga sudah ditemukan kanker payudara )
  • Riwayat dalam keluarga ada yang menderita kanker payudara ( sekarang ini juga tidak mutlak karena tanpa ada riwayat keluarga juga bisa terkena )
  • Punya riwayat tumor
  • Haid terlalu muda atau menopause diatas umur 50 tahun
  • Tidak menikah / tidak menyusui
  • Melahirkan anak pertama diatas usia 35 tahun
  • Radiasi ionisasi selama atau sesudah pubertas; tergantung dosis dan umur saat terkena paparan radiasi ( Bisa dari sering melakukan pemeriksaan kesehatan dengan menggunakan alat X-ray )
  • Pola makan dengan konsumsi lemak berlebihan
  • Kegemukan
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Penggunaan hormon estrogen (misalnya pada pengguna terapi estrogen replacement)
  • Payudara yang sering diremas / dipencet
  • Mendapatkan terapi hormonal dalam jangka panjang
  • Stress
  • Perubahan sifat pertumbuhan sel payudara menjadi ganas
  • Faktor genetic ( BRCA1/BRCA2 )
sumber: wikipedia, kankerpayudara.wordpress.com dan kankerpayudara.org
19.41.00 WIB | 1 Komentar | Selengkapnya...

Cegah Kanker dengan Kulit Kentang Kleci

25 September 2011 | 20.11.00 WIB

Kentang kleci atau Coleus tuberosus adalah kentang berkulit hitam sebesar ibu jari yang banyak ditemui di pasar-pasar tradisional. Jenis umbi ini biasanya hanya dikukus untuk dikonsumsi atau campuran dalam sayuran. Namun ternyata, umbi kecil ini mengandung senyawa antioksidan dan antiproliferasi (antiperbanyakan sel kanker) golongan Triterpenic acid.

Mahasiswi S3 UGM, Mutiara Nugraheni, berhasil menemukan khasiat kulit kentang kleci sebagai pencegah tumbuhnya sel kanker. Temuan baru ini membuktikkan bahwa secara ilmiah umbi khususnya kentang hitam memiliki komponen-komponen fungsional dalam penyembuhan penyakit. 

Mutiara menjelaskan, dari hasil penelitiannya berhasil ditemukan senyawa triterpenic acid yang berupa ursolic acid (UA) dan oleanolic acid (OA). Dari penelitiannya, Mutiara telah melakukan uji aktivitas antiproliferasi terhadap ekstrak umbi kentang hitam, khususnya bagian kulit dan daging dengan sel kanker payudara MCF-7 (Michigan Cancer Foundation-7). Dengan menggunakan metode MTT Assay, sel kanker tersebut ditempatkan dalam sumuran plat kemudian diberi ekstrak umbi kentang hitam berbagai konsentrasi. "Sel kanker tersebut diinkubasi selama 72 jam dengan diberi tambahan reagen MTT dengan pengukuran tingkat viabilitas sel dengan ELISA Reader," ungkap Umar Santoso yang menjadi promotor penelitian mahasiswi Prodi Studi Ilmu Pangan Fakultas Teknologi Pertanian UGM ini. 

Ternyata, dari hasil mikroskopik menunjukkan bahwa sel kanker mengalami kerusakan morfologi, fragmentasi DNA, dan kematian sel-sel kanker. Bahkan diketahui pula, bahwa kandungan ursolic acid dan oleanolic acid di kulit umbi ini lebih tinggi dibandingkan dengan dagingnya. Hasil temuan baru dari pengobatan kanker ini telah dipublikasikan di tiga jurnal internasional yaitu International Food Research Journal, African Journal of Food Science, serta Jornal of Medicine Plants Research.

20.11.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

11 Tips Mencegah Kanker


BANYAK cara untuk menghindarkan diri dari penyakit kanker. Selain pola makan sehat, aktivitas fisik dan kontrol rutin ke dokter juga menjadi kuncinya.

Berikut tipsnya :

  1. Makan sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian seperti tempe, tahu, dan makanan yang banyak mengandung serat. Paling tidak, satu atau dua kali sehari mengonsumsi sayuran hijau dan buah-buahan.
  2. Hindari berat badan berlebihan atau kegemukan. Timbanglah berat badan sekali seminggu. Penelitian menunjukkan, akibat kegemukan, risiko terjadinya kanker lebih besar, khususnya kanker payudara, rahim, usus besar, lambung, ginjal, serta kandung empedu.
  3. Kurangi terlalu banyak makan gorengan dan yang mengandung protein dan lemak tinggi serta jeroan.
  4. Batasi makanan yang diolah dengan suhu tinggi dan lama atau dengan pengolahan tertentu yang dapat menimbulkan prokarsinogen, seperti makanan yang diasinkan, diasap, dibakar, dan dipanggang sampai keluar arang. Yang terbaik adalah makanan yang direbus.
  5. Hati-hati dengan penggunaan pemanis buatan, pewarna makanan, serta zat pengawet yang berlebihan. Makanan terbaik adalah makanan segar.
  6. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan C. Makanan yang mengandung vitamin A dan C banyak terdapat dalam sayuran dan buah-buahan seperti jeruk, pisang, mangga, pepaya, tomat, dan brokoli yang dapat melindungi Anda dari kanker oesofagus, laring, lambung,dan paru.
  7. Perbanyak konsumsi sayuran kubis. Sayuran yang termasuk dalam kubis misalnya kol, brokoli, bunga kol, pok coy, dan kale ini dapat melindungi dari kanker lambung, kolesterol, dan kanker saluran napas. Jaga kebersihan makanan, beraneka ragam, dan bebas dari zat cemaran lingkungan.
  8. Berhenti merokok dan minum minuman beralkohol. Bagi Anda yang perokok, entah itu sigaret, keretek, atau cerutu, berhenti sekarang juga. Merokok merupakan sebab utama terjadinya kanker paru-paru. Jauhkan anak-anak Anda dan ibu-ibu hamil dari asap rokok karena sangat berbahaya bagi bayi yang dikandung. Sementara mengonsumsi minuman beralkohol meningkatkan risiko terserang kanker mulut, tenggorokan, dan laring.
  9. Kegiatan fisik dengan olahraga secara teratur disertai kesehatan mental dan rohani merupakan bagian terpadu dalam upaya pencegahan penyakit kanker.
  10. Hindari sinar matahari. Lindungilah kulit Anda dengan memakai krim tabir surya.Sinar matahari yang berlebihan akan menyebabkan kerusakan pada kulit dan kanker kulit.
  11. Periksakan diri secara teratur. Usahakan untuk selalu memeriksakan diri secara teratur sebagai langkah awal mendeteksi penyakit sedini mungkin.

19.49.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Apa itu Pap Smear?


Pap Smear adalah screening untuk mendeteksi perubahan sel sel yang terjadi di dalam serviks uterus. Jika melirik Wikipedia "Pap Smear atau Papanikolaou test adalah metode screening ginekologi, dicetuskan oleh Georgios Papanikolaou, untuk menemukan proses-proses premalignant dan malignant di ectocervix, dan infeksi dalam endocervix dan endometrium. Pap Smear digunakan untuk mendeteksi kanker rahim yang disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. Menurut perkiraan, di Inggris Pap Smear mencegah sekitar 700 kematian per tahun. Wanita yang aktif secara seksual disarankan menjalani Pap Smear sekali setahun".

Perubahan sel rahim yang terdeteksi secara dini akan memungkinkan beberapa tindakan pengobatan diambil sebelum sel-sel tersebut berkembang menjadi sel kanker. Artinya, semakin dini penyakit kanker diketahui maka semakin mudah menanganinya. Dari keadaan normal ke prakanker memerlukan waktu 5 tahun, sedangkan dari prakanker ke kanker ringan memakan waktu 5 tahun dan dari ringan ke sedang memakan waktu 3 tahun.

Cara melakukan tes papsmear secara teknis yaitu pengambilan sapuan lender dengan menggunakan spatula atau sejenis sikat halus. Lendir leher rahim diambil oleh dokter atau bidan untuk dioleskan dan difiksasi (dilekatkan) pada kaca benda. Kemudian dengan menggunakan mikroskop seorang ahli sitologi (sel) akan menguji sel rahim tersebut.

Saat ini ada cara pemeriksaan yang lebih baru, yaitu PAPNET. Pemeriksaan dilakukan dengan pengambilan lendir leher rahim sama seperti papsmear konvensional, tetapi dengan memanfaatkan teknologi computer dalam menganalisanya. Pap Net dapat menyempurnakan hasil papsmear konvensional sampai 30% lebih peka.

Saat ini biaya untuk melakukan Pap Smear maupun Pap Net memang tergolong mahal, beberapa RS mematok harga sekitar Rp 250.000 – Rp 400.000, tetapi ada juga suatu cara pemeriksaan untuk mengetahui keadaan sel serviks dengan cara IVA ( Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) cara ini tergolong lebih murah. Media Asam Asetat disemprotkan ke bagian leher rahim (epitel). Jika bagian leher rahim yang tadinya berwarna merah muda berubah menjadi putih, maka dalam waktu 5-10 tahun kemungkinan akan menjadi prakanker. Dokter akan melakukan pembekuan terhadap kulit tersebut sehingga tidak menjadi kanker, dan biasanya 90 % tidak menjadi kanker.

Alasan Harus melakukan Pap Smear :
  • Usia di atas 18-70 tahun.
  • Menikah pada usia muda (dibawah 20 tahun).
  • Pernah melakukan senggama sebelum usia 20 tahun.
  • Pernah melahirkan lebih dari 3 kali.
  • Pemakaian alat kontrasepsi lebih dari 5 tahun, terutama IUD atau kontrsepsi hormonal.
  • Mengalami perdarahan setiap hubungan seksual.
  • Mengalami keputihan atau gatal pada vagina.
  • Sudah menopause dan mengeluarkan darah pervagina.
  • Berganti pasangan dalam senggama.


Persiapan sebelum Pap Smear :
  • Pada saat pengambilan lendir, usahakan otot-otot vagina rileks.
  • Tidak melakukan hubungan suami-istri 48 jam sebelum pengambilan lendir mulut rahim.
  • Waktu yang paling baik untuk pengambilan lendir adalah 2 minggu setelah selesai haid.
  • Jangan menggunakan pembasuh antiseptic atau sabun antiseptic di sekitar vagina selama 72 jam sebelum pengambilan lendir.


Jika sudah menopause, papsmear dapat dilakukan kapan saja, tetapi jika kandung rahim dan leher rahim telah diangkat atau dioperasi (hysterectomy) atau operasi pengangkatan kandung rahim dan leher rahim tidak perlu lagi melakukan papsmear karena sudah terbebas dari resiko menderita kanker leher rahim. 

sumber: mynurma dan wikipedia
16.38.00 WIB | 1 Komentar | Selengkapnya...

Cara Mencegah Kanker Serviks


Mencegah lebih baik daripada mengobati. Hal ini berlaku pula pada Kanker Serviks.Berikut ini merupakan beberapa tindakan yang perlu Anda lakukan untuk mencegah agar tak terinfeksi HPV sebagai penyebab Kanker Serviks. Beberapa cara praktis yang dapat Anda lakukan untuk mencegah Kanker Serviks dalam kehidupan sehari-hari antara lain:

  • Melakukan pembersihan organ intim atau dikenal dengan istilah vagina toilet. Ini dapat dilakukan sendiri atau dapat juga dengan bantuan dokter ahli. Tujuannya untuk membersihkan organ intim wanita dari kotoran dan penyakit.
  • Hindari merokok. Banyak bukti menunjukkan penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko terkena Kanker tak terkecuali Kanker Serviks.
  • Miliki pola makan sehat, yang kaya dengan sayuran, buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Misalnya mengkonsumsi berbagai karotena, vitamin A, C, dan E, dan asam folat dapat mengurangi risiko terkena Kanker leher rahim.
  • Hindari seks sebelum menikah atau di usia sangat muda atau belasan tahun.
  • Hindari berhubungan seks selama masa haid terbukti efektif untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya Kanker Serviks.
  • Hindari berhubungan seks dengan banyak partner.
  • Secara rutin menjalani tes Pap Smear secara teratur. Saat ini tes Pap Smear bahkan sudah bisa dilakukan di tingkat Puskesmas dengan harga terjangkau.
  • Alternatif tes Pap Smear yaitu tes IVA dengan biaya yang lebih murah dari Pap Smear. Tujuannya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV.
  • Pemberian vaksin atau vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV. Vaksinasi dapat dilakukan pada perempuan usia 10-55 tahun dengan jadwal suntikan sebanyak 3 kali, yaitu pada bulan 0, 1 dan 6. Vaksin HPV akan meningkatkan daya imun anak sehingga lebih resistan terhadap virus.
  • Sebelum menggunakan toilet di tempat umum, selalu bersihkan bibir kloset dengan alkohol.
  • Jangan membersihkan genital dengan air kotor.
Sumber: id.shvoong.com dan kankerserviks.org
16.16.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Gejala dan Tanda-tanda Kanker Serviks


Pada fase pra-kanker, sering tidak ada gejala atau tanda-tanda yang khas dan tidak begitu kentara. Butuh waktu 10-20 tahun dari infeksi untuk menjadi kanker. Namun, kadang sejak dini bisa ditemukan gejala-gejala sebagai berikut :
  • Keputihan yang tidak normal (berwarna tidak bening, bau atau gatal).
  • Perdarahan setelah sanggama yang kemudian berlanjut menjadi perdarahan yang abnormal.
  • Timbulnya perdarahan setelah masa menopause
  • Pada fase invasif dapat keluar cairan berwarna kekuning-kuningan, berbau dan dapat bercampur dengan darah.
  • Timbul gejala-gejala anemia bila terjadi perdarahan kronis.
  • Timbul nyeri panggul (pelvis) atau di perut bagian bawah bila ada radang panggul. Bila nyeri terjadi di daerah pinggang ke bawah, kemungkinan terjadi hidronefrosis. Selain itu, bisa juga timbul nyeri di tempat-tempat lainnya.
Pada stadium lanjut: 
  • Kurang nafsu makan. 
  • Badan menjadi kurus kering karena kurang gizi.
  • Sakit punggung atau tidak bisa berdiri tegak.
  • Sakit di otot bagian paha. 
  • Salah satu paha bengkak.
  • Berat badan naik-turun.
  • Tidak dapat buang air kecil, bocornya urin / air seni dari vagina (timbul iritasi).
  • Pendarahan spontan setelah masa menopause, tulang yang rapuh dan nyeri panggul.
  • Keluar darah yang berlebihan saat menstruasi.
10.40.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Kanker Serviks Juga Mengincar Remaja Putri


Remaja wanita memiliki resiko terkena Kanker Serviks akibat penularan Human Papilloma Virus (HPV). Tiga dari empat kasus infeksi baru HPV terjadi pada wanita usia 15 hingga 25 tahun.

Jumlah penderita Kanker Serviks yang meninggal di dunia sebanyak 600 orang per hari. Di Indonesia, 20 perempuan meninggal tiap hari karena kanker ini. Sementara di seluruh dunia diperkirakan 630 juta wanita mengidap Kanker Serviks.

Di usia 20-an, tubuh perempuan sangat rentan terhadap HPV dan tubuh tidak mungkin membersihkan virus, sehingga kanker kemungkinan akan berkembang di kemudian hari.

Penelitian mengungkap, penularan HPV terjadi dalam dua-tiga tahun pertama setelah aktif secara seksual. Temuan dari kasus yang ada, sekitar 50 persen wanita yang menderita kanker serviks berusia 35-55 tahun. Namun, akibat infeksi yang terjadi saat usia muda, penularan HPV tidak hanya melalui hubungan seksual namun segala kegiatan yang memungkinkan adanya kontak kelamin.

Kanker Serviks disebabkan HPV tipe risiko tinggi di leher rahim yang menghubungkan alat kelamin dan rahim. Jika tidak segera dideteksi pada tahap awal, sel akan berkembang menjadi prakanker dan kanker. Sementara, HPV tipe risiko rendah biasanya mengakibatkan kutil kelamin (genital warts) yang tumbuh di area kelamin.

Bagi orangtua dengan anak remaja putri, sebaiknya memperhatikan pencegahan kanker serviks sejak dini. Pencegahannya antara lain melakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui kesehatan alat kelamin dan pemberian vaksin.

dikutip dari VIVAnews 12 April 2010
09.59.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Faktor-faktor Penyebab Kanker Serviks


Setelah mengetahui apa itu Kanker Serviks, kali ini Kami ketengahkan Faktor-faktor yang menjadi penyebab Kanker Serviks dan ini sangat berguna sekali untuk pencegahan sejak dini terutama bagi kaum Remaja. :)

Faktor-faktor yang menyebabkan Kanker Serviks:
  1. Faktor Tidak Bersih
  2. Faktor Alamiah
  3. Faktor Pilihan


  1. Faktor Tidak Bersih adalah faktor karena ke-TIDAK BERSIH-an kita akan menyebabkan sel serviks mengalami keadaan lemah dan menjadi tidak normal. Contohnya adalah cebok dengan air tidak bersih, tertular penyakit menular seksual, cara perawatan yang keliru akan menyebabkan organ intim terkena infeksi. Tidak bersih dari virus, parasit, kuman, bakteri, jamur dan karsinogen (bahan pemapar kanker) ini tentu akan mempengaruhi kondisi sel serviks.
  2. Faktor Alamiah adalah faktor-faktor ALAMI yang terjadi pada seseorang dan akan menyebabkan sel serviks mengalami perubahan keadaan menjadi lemah dan tidak normal. Contohnya adalah bertambahnya usia dan kelainan genetika akan mempengaruhi kondisi sel serviks. Faktor ini oleh sebagian pendapat dikatakan tidak dapat dicegah ..., memang benar kita tidak dapat mencegah menuanya usia ..., tapi mungkin kita dapat melakukan sesuatu upaya supaya sel serviks kita tidak menua dengan cepat.
  3. Faktor Pilihan adalah faktor-faktor yang karena pilihan kita terhadap sesuatu hal akan menyebabkan sel serviks mengalami keadaan lemah dan tidak normal. Contohnya adalah pemakaian hormonal, trauma (sering melahirkan anak), makanan, lingkungan akan mempengaruhi kondisi sel serviks.


Bila pada faktor ALAMIAH kita tidak hampir-hampir berdaya untuk mencegahnya, tetapi pada faktor TIDAK BERSIH dan PILIHAN tersedia banyak cara untuk mencegah dan menghindarinya. Inilah alasan kenapa Bidadari berpendapat bahwa ternyata Kanker Serviks dapat dicegah.

Disinilah Pap-smear sebagai tools dari deteksi dini Kanker Serviks memiliki peran besar. Bila dari hasil pemeriksaan ditemukan telah terjadi perbuahan sel serviks menjadi tidak normal, segera perlu dilakukan serangkaian analisis faktor apa saja yang mungkin terjadi pada seseorang yang mencetuskan/menyebabkan selnya tidak normal. Dengan meniadakan dan menghentikan faktor tersebut serta memberikan terapi pengobatan, maka sel yang tidak normal tadi diharapkan akan berangsur memulihkan diri lagi menjadi sel normal.

Pada beberapa kasus dapat terjadi sel yang tidak normal tersebut membandel dan memerlukan waktu lama dan pengobatan panjang. Beberapa dari Anda mungkin memilih untuk menghentikan pengobatan tanpa memikirkan bahwa "Sudah diterapi saja tidak kunjung membaik ..., apalagi lepas terapi ...!". Kasus seperti inilah yang dikhawatirkan mungkin 3 s/d 10 tahun lagi menjadi Kanker Serviks.

Jika Anda memang harus terkena Kanker Serviks, maka harus dipastikan bahwa itu adalah Kanker Serviks dalam stadium dini atau bahkan in-situ. Pada tahap ini tentu tindakan yang akan diperlukan akan minimal sekali, dan tetap terbuka lebar kesempatan untuk tetap menikmati hidup bersama seluruh keluarga yang dicintai dan disayangi. Dari berbagai sisi tinjauan diatas, Kami mengajak para sahabat untuk sejenak merenungkan faktor-faktor tersebut yang sedang atau telah dialami dan kemudian merancang tindakan untuk menghentikan multi hit trauma sel serviks tersebut sekarang juga.

Arikel dari: Bidadariku.Com
09.40.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...

Apa itu Kanker Serviks?

24 September 2011 | 22.41.00 WIB


Kanker Leher Rahim atau disebut juga Kanker Serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim.

Kanker Serviks merupakan jenis kanker yang paling banyak nomor tiga di dunia. Bahkan di Indonesia saja, setiap satu jam seorang wanita meninggal karena kanker ini, dan penyakit kanker ini dikenal sebagai pembunuh nomor satu wanita di Indonesia. Kanker Serviks disebut juga "silent killer" karena perkembangan kanker ini sangat sulit dideteksi. Perjalanan dari infeksi virus menjadi kanker membutuhkan waktu cukup lama, sekitar 10-20 tahun. Proses ini seringkali tidak disadari hingga kemudian sampai pada tahap pra-kanker tanpa gejala. 

Pada awalnya sel normal (sel yang belum terkena virus) hanya berubah intinya yang mulai membesar, sitoplasmanya berubah, organel-organel selnya berubah dan seterusnya. Bila ditemukan dalam kondisi ini sebenarnya masih terbuka sangat lebar kesempatan untuk mengembalikan bentuk sel menjadi normal kembali. Ironisnya kita tidak tahu apa yang terjadi pada sel serviks wanita saat itu. Gejala biasanya baru dapat ditemui dan dikenali ketika Kanker Serviks sudah dalam stadium lanjut. Tanda-tanda itu dapat berupa perdarahan baik spontan maupun tidak, keputihan parah, berbau terus menerus, maupun rasa nyeri atau kemeng pada panggul.

Di mulut rahim ada dua jenis sel, yaitu sel kolumnar dan sel skuamosa. Sel skuamosa ini sangat berperan dalam perkembangan Kanker Serviks. Lihat gambar di bawah untuk mendapat gambaran tentang stadium kanker serviks, klik untuk memperbesar:

Pap-smear menjadi metode deteksi dini Kanker Serviks,  dikarenakan dapat mengetahui dan mengevaluasi apa yang terjadi pada sel serviks seorang wanita.

Selama ini bila kita membicarakan Kanker Serviks seolah-olah itu adalah masalah wanita saja dan tidak terkait dengan lelaki. Bahkan dalam komunitas masyarakat tertentu dianggap wanita yang sakit sakit Kanker Serviks adalah akibat ulahnya sendiri (karma), kena santet atau kutukan. Dalam perkembangan keilmuan terkini ternyata setelah dilakukan banyak penelitian terhadap ribuan penderita Kanker Serviks didapatkan 85-95% memiliki kesamaan yaitu didapatkannya HPV (Human Palilloma Virus), virus yang ditularkan melalui hubungan seksual dengan pasangannya. Jadi fokus utama kita adalah memastikan para suami atau pasangan seksual tidak menularkan HPV. Karena itu upaya pencegahan dengan vaksinasi HPV menjadi sangat relevan untuk dilakukan meskipun biayanya oleh sebagian masyarakat masih dianggap relatif mahal.

via: kankerserviks.org, bidadariku.com dan id.wikipedia.org
22.41.00 WIB | 0 Komentar | Selengkapnya...